Penjualan Rumah Baru Capai 30 Persen

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Penjualan rumah di Jawa Tengah hingga akhir September ini baru mencapai 30 persen dari target penjualan pada tahun 2015. Beberapa keterlambatan pelaksanaan kebijakan disebut sebagai salah satu penyebabnya.

“Target tahun ini penjualan mencapai 10 ribu unit rumah, tapi dari April hingga September baru capai 2.800 unit. Padahal tanah sudah siap dan pembeli banyak,” ujar Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, MR Prijanto, kemarin (28/9).

Lambatnya penjualan rumah ini, menurutnya, disebabkan karena ada beberapa kebijakan yang belum sinkron antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sehingga menjadi kendala saat pelaksanaan di lapangan.

Ia menyebutkan, akhir April lalu, pemerintah telah menyatakan siap menggelontorkan dana Rp 5,1 triliun untuk mensubsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kemudian uang muka 10 persen menjadi 1 persen, demikian halnya dengan Izin Mendirikan Bangunan yang mendapat diskon sebesar 95 persen. Selain itu, bunga KPR yang semula antara 9 – 11 persen, menjadi 5 persen. “Namun program-program tersebut tidak otomatis langsung berjalan semua. Padahal bila bisa serentak, maka dapat mempercepat program nasional sejuta rumah, khususnya target 10 ribu rumah di Jawa Tengah,” jelasnya.

Beberapa kebijakan yang menurutnya belum berjalan sesuai yang ditetapkan diantaranya, bunga KPR 5 persen yang belum berjalan secara keseluruhan, kemudian muka 1 persen yang juga belum keseluruhan, termasuk halnya IMB diskon 95 persen, yang mana belum semua daerah menjalankan. “Untuk IMB ada daerah yang mau memberi diskon 95 persen, ada yang Cuma 50 persen, ada yang malah sama sekali tidak memberi diskon,” paparnya.

Kendala-kendala tersebut, lanjutnya, sudah disampaikan ke pemerintah pusat selaku pemberi kebijakan. Sejumlah perjanjian kerjasama dengan beberapa pihak terkait juga telah ditandatangani guna mengatasi kendala-kendala tersebut. “Harapannya dalam waktu dekat, bisa berjalan sepenuhnya. Sehingga penjualan rumah bisa capai setidaknya lebih dari 5 ribu unit,” tandasnya. (dna/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -