Kejari Bantah Tudingan Tebang Pilih Perkara

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

AUDENSI : Kepala Kejari (Kajari) Kajen, Kabupaten Pekalongan, Ahelya Abustam saat melakukan audensi dengan warga, LSM dan aktivis se-Kabupaten Pekalongan, di ruang Aula Kejari, Rabu (30/9) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AUDENSI : Kepala Kejari (Kajari) Kajen, Kabupaten Pekalongan, Ahelya Abustam saat melakukan audensi dengan warga, LSM dan aktivis se-Kabupaten Pekalongan, di ruang Aula Kejari, Rabu (30/9) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Jajaran pimpinan Kejaksaan Negeri Kajen (Kejari) Kabupaten Pekalongan membantah tudingan melakukan tebang pilih perkara korupsi yang ada di Kabupaten Pekalongan. Pasalnya, pemeriksaan kasus membutuhkan proses dan waktu. Demikian halnya, pihaknya tidak bisa serta merta menentukan tersangka, tanpa adanya prosedur yang telah ditetapkan dalam standar operasional pekerjaan.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Kejari (Kajari) Kajen, Kabupaten Pekalongan, Ahelya Abustam, dalam audensi yang diadakan Kejari dengan puluhan warga yang terdiri atas anggota Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat dan aktivis Se-Kabupaten Pekalongan, di ruang Aula Kejari, Rabu (30/9) kemarin.

Kajari yang didampingi oleh Kasie Intelijen dan Kasie Jaksa Pidana Khusus (Jampidsus) menjelaskan bahwa Kejari saat ini sedang menangani dua kasus yang menjadi perhatian masyarakat. Yaitu, kasus penyimpangan 90 paket proyek senilai Rp 47 miliar di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (Dinas PSDA dan ESDM), serta kasus pologoro yang menyangkut penyimpangan penggunaan tanah negara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Kecamatan Lebakbarang.

- Advertisement -

2 KOMENTAR

  1. Tanah sepanjang irigasi Sibedug yg sekarang sudah dibangun proyek pertokoan dan tanah sekitar kantor PSDA Sragi yg jadi pertokoan, katanya awalnya milik Dinas Pengairan Prop Jateng, sekarang bersertifikat hak milik atas nama perseorangan. Kok bisa begitu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -