Situs Candi Duduhan Potensial Objek Wisata

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Penemuan situs Candi Duduhan di Mijen bisa dikemas menjadi destinasi wisata baru di Kota Semarang. Hal itu dikatakan Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbdupar) Kota Semarang Masdiana Safitri, kemarin. Menurutnya, situs tersebut akan dijadikan destinasi wisata baru untuk mendukung pariwisata di Kota Atlas ini.

“Situs yang baru ditemukan ini menunjukkan Kota Semarang kemungkinan sebagai pusat kebudayaan pada masa itu. Karenanya ini bisa menjadi destinasi wisata baru,” terangnya.

Untuk mengemasnya menjadi objek wisata baru, Masdiana akan menggelar koordinasi dengan instansi terkait seperti Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Dinas Tata Kota dan Permukiman Kota Semarang untuk menentukan langkah yang bisa dilakukan. Pihaknya berharap, situs candi ini bisa direstorasi seperti semula. Restorasi dinilai bisa jadi langkah yang tepat, karena situs ini tentu jelas tidak bisa dijual.

Ditambahkan, pihaknya mengaku sudah mendapatkan laporan hasil kegiatan penggalian situs candi dari tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Dari laporan tersebut, segera akan melakukan rapat koordinasi untuk mempelajari data-data itu dan membahas tindak lanjut yang dibutuhkan.

Karena itu, Masdiana berharap pemilik lahan tidak melakukan aktifitas yang akan merusak keberadaan situs. Selain itu, situs Candi Duduhan mampu menjadi tetenger atau objek belajar sejarah Semarang. “Situs ini bisa menjadi tetenger atau obyek belajar sejarah Semarang pada masa lampau. Karena itu, pemilik lahan pun diharapkan tidak melakukan aktifitas yang akan merusak keberadaan situs. Karena dalam Undang-Undang Kebudayaan situs ini juga jelas dilindungi. Bisa melakukan aktifitas tapi di luar situs yang tidak mengancam keberadaan situs,” bebernya. (amh/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -