Apindo Tolak KHL Hasil Survei

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PEKALONGAN-Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menolak menandatangani angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) bulan Desember sebesar Rp 1.486.764. Meski angka tersebut merupakan hasil survei bersama Dewan Pengupahan yang akan dijadikan acuan penentuan UMK tahun 2016.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) yang juga Ketua Dewan Pengupahan, Wahyudi Pontjo Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan penolakan Apindo menandatangani KHL hasil survei.

“Apindo masih belum mau tanda tangan KHL. Nanti akan dibicarakan kembali,” tuturnya saat dihubungi usai memimpin sidang Dewan Pengupahan dengan agenda merumuskan angka UMK, Kamis (1/10) kemarin.

Sementara tiga unsur lain dalam Dewan Pengupahan yaitu serikat pekerja, akademisi dan pemerintahan, sudah menyetujui dan menandatangani KHL bulan Desember sesuai dengan hasil perhitungan dari Dewan Pengupahan.

Sedangkan untuk perumusan UMK yang dibahas dalam sidang pada Kamis (1/10), dia menyatakan belum ditemukan kesepakatan angka. Masing-masing unsur, memiliki besaran angka yang berbeda. Unsur serikat pekerja, mengajukan angka UMK 2016 sebesar Rp1.900.00, sementara Apindo mengusulkan UMK dengan besaran yang sama seperti tahun 2015 yaitu 1.291.000.

“Apindo menginginkan UMK tidak berubah, atau sama seperti tahun ini yaitu Rp 1.291.000 dengan alasan kondisi ekonomi lesu. Nanti Dewan Pengupahan akan kembali menggelar sidang. Kami harapkan secepatnya bisa ketemu sehingga bisa disampaikan kepada Pj Wali Kota Pekalongan,” kata Pontjo.

Sementara itu, Perwakilan Serikat Pekerja dalam Dewan Pengupahan, M Shobirin mengatakan bahwa dalam sidang perumusan UMK, pihaknya berupaya mengamankan angka KHL hasil kesepakatan Dewan Pengupahan. “KHL tidak bisa diubah-ubah. Itu sudah hasil kesepakatan malam itu. Apindo minta dikurangi, salah satunya dalam item sewa kamar. Mereka minta Rp 210.000, sedangkan hasil survei Rp 227.000. Tapi ini (KHL) sudah tidak bisa berubah,” tandas Shobirin. (han/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -