Sepekan Rencanakan Perampokan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

TIGA tersangka; Brigadir Supriyanto, Sertu Thrisna Prihantoro dan Serda Isac Korputi, mengaku telah merencanakan aksi perampokan uang Rp 5,7 miliar milik perusahaan jasa pengiriman uang PT Advantage Semarang sejak seminggu sebelumnya. Mereka terus memantau kegiatan karyawan PT Advantage saat mengirim uang.

Kanit Jatanras Subdit III Polda Kompol Agus Puryadi yang turut dalam penangkapan ketiga tersangka mengatakan, ketiganya merupakan teman dekat. Sebab, mereka satu angkatan saat masuk di TNI dan kepolisian. ”Sudah direncanakan kurang lebih seminggu sebelumnya. Mereka terus memantau kegiatan karyawan PT Advantage,” jelas Agus kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (1/10).

Dijelaskannya, diduga mereka belum sempat membagi keseluruhan uang hasil rampokan. Baru sebagian yang dibawa oleh masing-masing tersangka. ”Saat kali pertama tersangka Serda Isaac ditangkap di salah satu kamar Hotel Srondol Indah, kami menemukan koper berisi uang tunai Rp 1,3 miliar,” kata Agus.

Dari penangkapan Isac, tim gabungan bergerak menuju ke Save House di Colomadu, Karanganyar. Di tempat tersebut, petugas tidak menemukan Brigadir Supriyanto dan Sertu Thrisna. ”Namun di Save House, kami menemukan dua koper berisi uang miliaran (yang belum dibagi),” ujarnya.

Diketahui, duit hasil perampokan tersebut awalnya dikemas dalam 11 bag. Dari TKP perampokan, mereka membawanya ke Save House di Colomadu Karanganyar.

”Ketiganya kemudian mengeluarkan uang dari 11 bag tersebut dan memindahkan ke dalam koper-koper besar yang baru dibelinya. Sedangkan 11 bag bekas tempat uang miliaran tersebut dibakar,” ungkap Agus.

Dari pengusutan lebih lanjut, akhirnya Sertu Thrisna ditangkap di kawasan wisata Bandungan Kabupaten Semarang. ”Dari tangan Sertu Thrisna, kami menyita uang Rp 600 juta dan motor Kawasaki Ninja. Berikutnya, Brigadir Supriyanto ditangkap di Jogjakarta dengan barang bukti uang Rp 800 juta,” bebernya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka Thrisna sendiri sempat membelanjakan sebagian uang hasil perampokan untuk membeli motor Kawasaki Ninja 250 seharga Rp 59 juta di Solo. ”Saat perampokan terjadi, tidak ada aksi penodongan menggunakan senjata api. Mereka hanya mengancam (sopir Frendy) menggunakan kata-kata,” katanya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -