Ajak Tangkal Radikalisme

1113

Hal tersebut mencerminkan masyarakat tahu, tapi tidak melapor. Sehingga dengan meningkatkan kepedulian ini, diharapkan masyarakat lebih peduli dan langsung melapor ke pihak kepolisian terdekat, jika diketahui ada gejala aneh dari tetangganya.

Selain itu, pihaknya juga membuat buku panduan pengenalan radikalisme yang diberikan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama hingga tingkat RW. Joni juga mengaku melakukan patroli dialogis rutin dengan masyarakat.

“Jadi anggota rajin mendatangi masyarakat hingga tingkat RW, atau jemput bola. Sehingga polisi lebih pro aktif untuk membentuk jaringan penolakan radikalisme itu hingga tingkat RW,” ujarnya.

Joni juga menggandeng komunitas IT dan membentuk website untuk membendung laju radikalisme melalui dunia maya. Sebab, banyak masyarakat yang belum tahu radikalisme itu sendiri. Sebelumnya Joni sudah merangkul, para Babinkamtibnas, Babinsa, Camat dan Lurah seluruh Kota Pekalongan untuk saling sosialisasi penanganan paham radikalisme dan terorisme. (han/ric)