Jokowi Kritik Judul Berita Sensasional

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB)

571
NGEFANS: Jurnalis Jawa Pos Radar Semarang, Wahib Pribadi, bersama Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli disela acara diskusi di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
NGEFANS: Jurnalis Jawa Pos Radar Semarang, Wahib Pribadi, bersama Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli disela acara diskusi di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
NGEFANS: Jurnalis Jawa Pos Radar Semarang, Wahib Pribadi, bersama Menko  Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli disela acara diskusi di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
NGEFANS: Jurnalis Jawa Pos Radar Semarang, Wahib Pribadi, bersama Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli disela acara diskusi di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

PERINGATAN Hari Pers Nasional (HPN) kemarin berlangsung meriah. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan ekonomi khusus (KEK) dibibir Pantai Mandalika Resort, Kabupaten Lombok Tengah, tersebut menjadi ajang evaluasi peran media massa dalam membangun bangsa. Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Berikut Laporan wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Wahib Pribadi, dari L.ombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ada yang menarik dalam sambutan Presiden Jokowi dalam peringatan HPN 2016 tersebut. Jokowi menyampaikan langsung apa yang dirasakan dari pemberitaan media massa selama ini. Selain mengikuti pemberitaan melalui media cetak, televisi dan media online, Jokowi juga mengamati ungkapan berbagai informasi dari elemen masyarakat melalui media social (medsos).

Menurutnya, informasi yang diserap melalui berbagai media itu diakui ada yang terasa pahit seperti jamu yang menyehatkan. Namun, ada juga informasi yang justru berpotensi menganggu. “Saya hanya berpikir bagaimana agar semua insan pers atau media ini ikut menggerakkan optimisme public terkait dengan bagaimana etos kerja masyarakat dan produktifitas masyarakat. Dan, bukan sebaliknya,” ujar Presiden dihadapan peserta HPN yang datang dari seluruh penjuru Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua ini.