Jokowi Kritik Judul Berita Sensasional

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB)

576

Dalam kesempatan itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Margiono menegaskan, bahwa dalam peringatan HPN tersebut juga menjadi momentum bagi media massa (pers) untuk meminta maaf kepada masyarakat. “Forum ini sekaligus menjadi forum bagi pers untuk minta maaf pada masyarakat. Sebab, ada banyak kritik yang muncul dari berbagai kalangan atau lapisan (terkait dengan peran pemberitaan media massa),” ujarnya.

Sebetunya, kata dia, pers paling banter (kritis keras) bila ada kegaduhan. Diakui, pemberitaan tersebut ada sisi negatif dan positif. Misalnya soal berita terorisme, narkoba dan sejenisnya. Namun, dari segi positif bisa dicotohkan, bahwa ketika Jokowi baru saja menjadi gubernur DKI Jakarta berita pers pun sudah heboh. Media sudah memberitakan jika Jokowi pun akan menjadi presiden. “Pas ditanya wartawan, Pak Jokowi bilang gak mikir dan gak mikir (rencana mencalonkan diri sebagai presiden, red). La gak miikir saja bisa menjadi presiden apalagi kalau mikir. Dulu, waktu sebelum ada resufle kabinet juga begitu. Saat ditanya, Pak Jokowi bilang juga tidak mikir, tapi 2 minggu setelah itu ternyata ada resufle. Apalagi, kalau dengan mikir…tentu saja Bu Puan (Puan Maharani) tidak… (diresufle, red), ” ujarnya disambut tawa hadirin.

Terlepas dari itu, Margiono mengatakan peringatan HPN kali ini paling banyak kegiatannya serta dihadiri para tokoh penting, baik menteri, tokoh atau pemilik media ditanah air dan undangan dari seluruh Indonesia. Diantaranya Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Hadir pemilik media dan tokoh pers antara lain Dahlan Iskan, Surya Paloh dan Hary Tanoe Soedibyo serta forum pemred . Hadir juga para duta besar baik dari Vietnam, Laos, Korea Selatan, Jepang,China, maupun Korea Utara, dperwakilan dari Dubes AS, Jerman dan lainnya. Yang menarik, Ketua PWI Pusat Margiono juga mengusulkan kepada Pemprov NTB untuk membuat jalan yang diberi nama Jalan Pers Nasional. Rencananya, jalan bypass dibangun antara Lembar hingga Kayangan. Dua daerah itu merupakan poros ekonomi di NTB. (*/zal)