Kanjengan Sudah Sering Beralih Fungsi

956
KANJENGAN TEMPO DULU: Jongkie Tio menunjukkan koleksi jepretannya yang menceritakan areal Pasar Kanjengan ketika digunakan sebagai terminal angkot dan pertokoan. (AJIE MAHENDRA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KANJENGAN TEMPO DULU: Jongkie Tio menunjukkan koleksi jepretannya yang menceritakan areal Pasar Kanjengan ketika digunakan sebagai terminal angkot dan pertokoan. (AJIE MAHENDRA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KANJENGAN TEMPO DULU: Jongkie Tio menunjukkan koleksi jepretannya yang menceritakan areal Pasar Kanjengan ketika digunakan sebagai terminal angkot dan pertokoan. (AJIE MAHENDRA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KANJENGAN TEMPO DULU: Jongkie Tio menunjukkan koleksi jepretannya yang menceritakan areal Pasar Kanjengan ketika digunakan sebagai terminal angkot dan pertokoan. (AJIE MAHENDRA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PASAR Kanjengan menyimpan sejarah panjang. Daerah itu selalu diutak-atik atau dialihfungsikan. Diceritakan sejarawan Kota Semarang, Jongkie Tio, mulai awal abad ke-18, tempat yang kini menjadi Pasar Kanjengan merupakan Kantor Bupati Kabupaten Semarang.

Gonta-ganti fungsi dimulai sekitar 1975 ketika pendapa tersebut dipindah ke Gunung Talang. Wali Kota Semarang saat itu mencetuskan untuk merombak daerah tersebut dengan dalih pembenahan tata kota.

”Sayangnya, lahan bekas Pendapa Kabupaten Semarang itu justru dijual. Setelah dibongkar, digunakan untuk tempat penampungan aspal,” ucapnya ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang di rumahnya, kemarin.

Setahun kemudian, tempat tersebut kembali dibenahi. Kali ini terbilang cukup prestise. Tempat tersebut dikemas cukup apik. Bahkan ketika meresmikan bangunan baru tersebut, digelar upacara keramaian yang cukup megah, yakni wayang kulit dengan dalang Ki Narto Sabdo.