Warga Resah, Isi Gas Elpiji Melon Berkurang

500
MAKIN MAHAL : Warga Desa Lambur, Kecamatan Kandangserang, Pekalongan, menunjukkan isi tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang isinya kerap berkurang dari ukuran seharusnya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAKIN MAHAL : Warga Desa Lambur, Kecamatan Kandangserang, Pekalongan, menunjukkan isi tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang isinya kerap berkurang dari ukuran seharusnya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAKIN MAHAL : Warga Desa Lambur, Kecamatan Kandangserang, Pekalongan, menunjukkan isi tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang isinya kerap berkurang dari ukuran seharusnya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAKIN MAHAL : Warga Desa Lambur, Kecamatan Kandangserang, Pekalongan, menunjukkan isi tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang isinya kerap berkurang dari ukuran seharusnya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Sepekan terakhir warga Kecamatan Kandangserang, Paninggaran, dan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mulai resah dengan berkurangnya isi tabung gas elpiji 3 kilogram atau melon. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya kenaikan harga tabung gas elpiji melon sebesar Rp 2000 dari harga sebelumnya.

Keluhan warga Desa Lambur, Kecamatan Kandangserang, sebagian besar berasal dari kalangan ibu rumah tangga. Biasanya sepekan penggunaan tabung gas elpigi 3 kilogram belum habis, kini baru tiga hari sudah harus berganti dengan tabung gas yang baru.

Bahkan, keluhan serupa disampaikan para pedagang warung makan Pasar Kajen, saat beberapa petugas Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi UMKM (Perindagkop) berkunjung ke Pasar Kajen untuk memantau harga-harga kebutuhan pokok. Sebagian besar pedagang mengeluhkan keresahannya tersebut.