Mantan Bos KSP Intidana Terancam 4 Tahun Penjara

1628
JADI PESAKITAN: Terdakwa Handoko usai mendengarkan dakwaan JPU di PN Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JADI PESAKITAN: Terdakwa Handoko usai mendengarkan dakwaan JPU di PN Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JADI PESAKITAN: Terdakwa Handoko usai mendengarkan dakwaan JPU di PN Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JADI PESAKITAN: Terdakwa Handoko usai mendengarkan dakwaan JPU di PN Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KRAPYAK – Sungguh nahas nasib Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Ketua Koperasi Simpan Pinjam Intidana (KSP) Intidana, Handoko SE. Setelah mendekam di sel tahanan Mapolda Jawa Tengah, Senin (14/3) kemarin, mantan bos koperasi ini menjalani sidang perdana sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Handoko duduk di kursi pesakitan terkait kasus dugaan penipuan cek kosong dengan korban bos perusahaan Kapas Selection dan Cinderella, Heryanto Tanaka senilai Rp 34 miliar.

Sidang kemarin dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jateng, Fanny Widyastuti didampingi Danang. JPU menjerat terdakwa Handoko dengan pasal 378 KUHP sebagaimana dalam dakwaan pertama dan menjerat terdakwa dengan pasal 372 KUHP sebagaimana dakwaan kedua tentang penggelapan dan penipuan. Sesuai dengan pasal yang didakwakan JPU tersebut, maka Handoko terancam pidana penjara paling lama 4 tahun.