PDIP, PKB dan PPP Siap Koalisi

723

SALATIGA – Kabar tentang adanya tiga pasangan yang akan diusung dalam Pemilu Wali Kota Salatiga 2017 mendatang semakin kuat. Indikasi ini terlihat dengan tegasnya sikap tiga partai yakni PDIP, PPP dan PKB untuk berkoalisi mengusung satu pasangan calon. Meski sosok belum ada rekomendasi dari DPP PDIP, namun Bambang Wiryawan disebutkan sebagai calon kuat.

Ketua Badan Saksi Pemilu Nasional DPC PDIP Salatiga M Kemat kepada wartawan menjelaskan, pihaknya sudah mengadakan pembahasan dengan dua partai lain dan sepakat untuk mengusung satu pasangan calon. “Kini kami tinggal menunggu NU untuk lebih mantab. Namun, koalisi dengan PPP dan PKB sudah terbentuk dan tinggal diformalkan dalam bentuk tertulis,” terang Kemat saat ditemui wartawan, di kantornya dan dibenarkan HM Syafii, pengurus DPC PKB Kota Salatiga yang berada di lokasi.

Lebih lanjut Kemat mengatajan, dalam koalisi ini tidak ada transaksi uang. PDIP juga tidak memungut uang untuk pencalonan karena dana operasional sudah ada dari iuran para kader. “Tidak ada tuntutan sepeser pun, karena semua iuran kader. Dan saat ini, kami fokus roadshow untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas pasangan yang akan kami usung,” jelas dia.

Disinggung mengenai adanya pembukaan pendaftaran di DPD PDIP Jateng, Ketua komisi DPRD Salatiga ini menyatakan jika hal itu merupakan mekanisme partai. “Pada prinsipnya, mesin partai telah siap dan siapapun direkomendasikan DPP, DPC PDIP tetap solid,” tandas Kemat.

Disinggung mengenai kompetitor yang akan dihadapi yakni petahana, ia menyatakan tidak ada hambatan apapun dan sudah percaya diri. “Kami tetap akan melakukan aktivitas politik secara elegan,” tuntasnya.

Sementara dari informasi yang diterima, partai lain yang makin akrab adalah Nasdem dan Gerindra. Koalisi keduanya bisa mengusung satu pasangan calon dan kabar yang beredar adalah akan mengusung Mifta Hudin Affandi – Bambang Riyantoko. Kemudian satu tiket lain adalah koalisi PKS – Demokrat yang sudah akan mendekati realisasi dan kemungkinan besar digunakan oleh incumbent Yuliyanto – Haris. Satu alernatif lain adalah koalisi dengan Partai Golkar. (sas/ton)