40 Dewan ’Mangkir’ Tes Urine

480
DETEKSI NARKOBA: Anggota DPRD Jateng saat menjalani tes urine oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DETEKSI NARKOBA: Anggota DPRD Jateng saat menjalani tes urine oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DETEKSI NARKOBA: Anggota DPRD Jateng saat menjalani tes urine oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DETEKSI NARKOBA: Anggota DPRD Jateng saat menjalani tes urine oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggelar tes urine kepada anggota dewan di lantai 4 Gedung DPRD Jateng sejak pukul 08.00-12.00, Kamis (24/3) kemarin. Dari 98 anggota DPRD Jateng, hanya 58 yang mengikuti pemeriksaan untuk mendeteksi penggunaan narkoba ini.

”Mungkin karena dadakan. Saya sendiri sebenarnya ada rapat di Bappeda. Ditelepon Pak Sekwan, diminta segera ke kantor untuk mengikuti tes urine dari BNN. Mungkin yang tidak bisa ikut, karena memang tidak tahu, atau sedang ada tugas ke luar kota,” tutur Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman.

Dari pantuan Jawa Pos Radar Semarang, para anggota dewan memang tidak datang berbarengan. Bahkan toilet untuk menampung urine pun tidak terlihat adanya antrean. Wajah-wajah peserta tes pun tampak tenang. Terlebih ketika dinyatakan negatif, setelah urine mereka melewati alat untuk mendeteksi kandungan narkoba.