Dede: Hasil Musprovlub ISSI Sah dan Legal

717

SEMARANG – Ketua Umum terpilih Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jateng Dede Indra Permana menegaskan bahwa Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) ISSI Jateng yang dilaksanakan beberawa waktu lalu sah dan legal dari sisi apapun. Dia telah melakukan prosedur dan mekanisme yang ada sebelum melaksanakan musprovlub.

Apalagi, menurut Dede, hal itu juga telah dikonsultasikan ke PB ISSI dan KONI Jateng. ”Kami sudah mengundang beberapa pengurus kabupaten/kota untuk konsolidasi pada 5 Maret tetapi tidak datang. Padahal saat itu juga sekaligus verifikasi,” tandasnya.

Dede mengatakan, roda organisasi harus segera berjalan normal secepatnya. Hal ini terkait persiapan menghadapi balap sepeda Jateng menuju PON XIX 2016 Jabar, September mendatang. ”Itu semua untuk atlet dan prestasi balap sepeda di PON XIX nanti, untuk Jateng, bukan untuk siapa-siapa,” tandasnya.

Hal tersebut menanggapi keberatan dari beberapa anggota ISSI Jateng. Seperti diketahui, sebanyak 18 pengkab/pengkot ISSI di Jateng menyatakan menolak hasil Musprovlub ISSI Jateng di Wisma Pemda Jateng, 13 Maret lalu. Mereka menilai pelaksanaan musprovlub tersebut menyalahi AD/ART. Bahkan saat pelaksanaan, pengkab/pengkot ISSI tersebut tidak diperkenankan masuk. Pada musprovlub tersebut Dede Indra Permana terpilih secara aklamasi.

Adapun ISSI kota/kabupaten yang menolak hasil itu antara lain Banyumas, Sragen, Wonogiri, Jepara, Blora, Wonosobo, dan Klaten. Ketua Umum ISSI Banyumas Yatman Sumarman menilai, musprovlub penuh dengan cacat hukum. Misalnya, kata dia, ada beberapa pengkab/pengkot yang ketua umumnya di-pelaksana tugaskan per 22 Februari 2016 seperti Jepara, Kabupaten Pekalongan, Batang, Kota Magelang, dan Karanganyar. ”Padahal, lima daerah tersebut SK kepengurusan masih berlaku. Kami sangat menyayangkan langkah yang ditempuh untuk menyelenggarakan musprovlub tersebut,” kata Yatman.