April, Tarif Tol Naik 10,4 Persen

LP2K Anggap Janggal

631

SEMARANG – Mulai 11 April pukul 00.00 mendatang, tarif tol ruas Semarang–Bawen di gerbang Banyumanik dan Bawen naik 10,4 persen. Hal ini merupakan kenaikan tarif tol rutin setiap dua tahunan.

Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng (TMJ) Arie Irianto menuturkan, jumlah kenaikan tarif ini belum final. Masih menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). ”Kamis (24/3) lalu kami sudah merapatkannya. Diputuskan naik 10,4 persen. Rencana mau diimplementasikan 11 April mendatang,” tuturnya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Rencananya, naiknya tarif ini akan dibulatkan kelipatan Rp 500. Misalnya, golongan I di gerbang tol Bawen saat ini Rp 7 ribu, akan menjadi Rp 7.500. Dijelaskan Arie, pembulatan ini bisa jadi naik atau turun, tergantung besarannya. ”Seharusnya kan sekitar Rp 7.700. Tapi karena dibulatkan kelipatan Rp 500, Rp 200-nya dihilangkan. Tapi kalau misalnya lebihnya Rp 300 atau menjadi Rp 7.800, akan dibulatkan Rp 8 ribu,” bebernya.

Mengenai kompensasi fasilitas atas kenaikan tarif ini, pihaknya belum bisa menjelaskan detail. Pasalnya, kenaikan tarif ini memang dilakukan rutin setiap dua tahun sekali. Beberapa waktu lalu, beberapa ruas gerbang tol di Semarang, sudah naik rata-rata Rp 500.

”Karena waktu awal pengoperasiannya beda, tol Semarang-Bawen ini juga telat naiknya. Ini yang naik hanya dua gerbang tol (Banyumanik dan Bawen) saja, lho. Yang di Semarang tidak ikut naik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang Ngargono menuturkan, kenaikan tarif ini merupakan keputusan janggal. Sebab, salah satu syarat untuk menaikkan tarif tol adalah pemenuhan Standar Pelayanan Minimun (SPM).