Tolak Peluru Target Pertahankan Emas

2392

SEMARANG – Atlet tolak peluru Jateng mendominasi PON Riau 2012 lalu. Dua atlet Jateng yaitu Krisna Wahyu dan Yuarisdiyanto mampu menyumbang medali emas dan perak di ajang multievent empat tahunan tersebut. Krisna Wahyu merebut medali emas tolak peluru putra dengan lemparan sejauh 15,83 meter. Kemudian Yuarisdiyanto meraih medali perak dengan lemparan sejauh 15,25 meter.

Di PON XIX/2016 Jabar, September mendatang cabor atletik masih akan bertumpu pada kedua atlet tersebut. “Kami masih optimistis, karena di beberapa kejuaraan terakhir persaingan tolak peluru masih ada di atlet Jateng sendiri. Meski begitu kami tetap harus kerja keras, karena di PON selalu memunculkan persaingan yang lebih ketat,” kata Krisna Wahyu ditemui kemarin.

Sebelum PON 2016 berlangsung, Kresna mendapat kesempatan menjajal kemampuan di ajang bergengsi Singapura Open akhir April 2016 mendatang. Selain itu juga ada Jatim Open.

Selain Krisna Wahyu dan Yuharisdiyanto, yang akan turun di Singapura Open adalah atlet pelatda Jateng lain seperti Subur Santoso (sprint 100 dan 200 meter), Okky Setyo Utomo (sprint 100 meter dan lompat jauh), Rusmanto (lempar lembing) dan Dwi Ratnawati (lempar cakram).

Terkait dengan persiapan PON, Pengprov PASI Jateng menggulirkan pelatda atletik PON di tiga kota yaitu Semarang, Salatiga dan Cepu. Untuk Semarang difokuskan untuk nomor-nomor teknik dan sprint, sedangkan Salatiga untuk jarak menengah dan marathon serta Cepu khusus marathon. “Pelatda atletik sudah dimulai 11 Januari kemarin. Sebenarnya ingin dipusatkan di Semarang, tapi karena situasional, seperti pekerjaan atlet dan kondisi medan membuat pelatda dibagi menjadi tiga kota,” kata Ketua Harian PASI Jateng Rumini.

Menurut Rumini, atletik memanggil 29 atlet dan 12 pelatih untuk pelatda ini. Ke-29 atlet tersebut adalah mereka yang dinyatakan lolos pada babak kualifikasi PON yang digelar sepanjang tahun 2015 kemarin. (bas/smu)