Menpora Ikut Baca Kitab Ihya

571
REBANA : Menpora Imam Nahrawi memainkan alat musik rebana pada Musabaqah Kitab Kuning di Ponpes Alfadlu wal Fadhilah, Kaliwungu, Minggu (2/4) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REBANA : Menpora Imam Nahrawi memainkan alat musik rebana pada Musabaqah Kitab Kuning di Ponpes Alfadlu wal Fadhilah, Kaliwungu, Minggu (2/4) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REBANA : Menpora Imam Nahrawi memainkan alat musik rebana pada Musabaqah Kitab Kuning di Ponpes Alfadlu wal Fadhilah, Kaliwungu, Minggu (2/4) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REBANA : Menpora Imam Nahrawi memainkan alat musik rebana pada Musabaqah Kitab Kuning di Ponpes Alfadlu wal Fadhilah, Kaliwungu, Minggu (2/4) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Kasih sayang merupakan buah dari kebaikan moral seseorang, sebaliknya perceraian adalah buah dari buruknya moral seseorang. Sebab moral atau budi pekerti yang baik melahirkan cinta dan kasih sayang. Sedangkan akhlak yang buruk, melahirkan kebencian, iri dan dengki.

Demikian salah satu penggalan kitab Ihya Ulumuddin karangan Imam Al-Ghazali yang dibaca oleh santriwati dari Pondok Pesantren Durotun Aswaja, Gunung Pati, Kota Semarang, Durotun Marfu’ah. Kitab yang mengajak pada kebersihan dan kesucian jiwa menjadi kitab yang harus dibaca peserta lomba Musabaqoh Kitab Kuning tingkat nasional yang digelar di Pondok Pesantren Alfadlu wal Fadhilah, Kaliwungu.

Durotun sengaja mengikuti seleksi tahap satu lomba tingkat nasional itu karena ingin bisa menjalankan ibadah umrah ke tanah suci dan mengunjungi makam Imam Al-Ghazali. “Tidak ada persiapan, karena saya sudah terbiasa membaca kitab kuning yang bertuliskan huruf Arab tanpa harakat dan arti sejak SMP,” ujarnya, kemarin.