Tulang Tubuh Siyono Patah-Patah

Tim Forensik Temukan Tanda Kekerasan Benda Tumpul

541
TAK ADA PENOLAKAN: Sejumlah anggota Kokam berjaga di sekitar tenda yang digunakan untuk otopsi jenasah Siyono. (RADAR SOLO)
TAK ADA PENOLAKAN: Sejumlah anggota Kokam berjaga di sekitar tenda yang digunakan untuk otopsi jenasah Siyono. (RADAR SOLO)
TAK ADA PENOLAKAN: Sejumlah anggota Kokam berjaga di sekitar tenda yang digunakan untuk otopsi jenasah Siyono. (RADAR SOLO)
TAK ADA PENOLAKAN: Sejumlah anggota Kokam berjaga di sekitar tenda yang digunakan untuk otopsi jenasah Siyono. (RADAR SOLO)

KLATEN – Upaya menguak penyebab kematian Siyono, 34, warga Dusun Brengkungan RT 11 RW 5, Desa Pogung, Kecamatan Cawas masuk babak baru. Kemarin (3/4), Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan otopsi independen terhadap jasad di tempat pemakaman umum (TPU) Siyono Sasana Laya Brengkungan. Hasilnya, beberapa tulang bagian tubuh bapak lima anak itu patah.

Proses otopsi independen selama enam jam dipimpin ketua tim dokter forensik Muhammadiyah Gatot Suharto dan disaksikan dokter forensik Polda Jawa Tengah AKBP Sumy Hastry Purwanti.

“Beberapa anggota tubuh ditemukan patah tulang. Kami juga menemukan bekas-bekas luka yang terjadi waktu intravital, maksudnya ketika masih hidup. Nanti diperkuat dengan pemeriksaan mikroskopis, kekerasan semacam benda tumpul,” ujar Gatot.