Tulang Tubuh Siyono Patah-Patah

Tim Forensik Temukan Tanda Kekerasan Benda Tumpul

547

Komisoner Komnas HAM Divisi Pemantauan Hafid Abbas menambahkan, Komnas HAM akan mengawal kasus kasus kematian Siyono hingga selesai berdasar kewenangan Komnas HAM yang diatur oleh undang-undang. Mulai dari penyelidikan, pemantauan, mediasi hingga sosialisasi.

“Mudah-mudahan sepuluh hari ke depan hasilnya bisa diketahui karena ada uji lab untuk melihat jaringan-jaringan tubuh,” terang dia.

Hafid menjamin, pelaksanaan otopsi dilaksanakan secara profesional dan independen. kehadiran dokter forensik Polda Jateng justru melengkapi tim dokter yang sudah ada karena masing-masing memiliki kepakaran sesuai bidangnya.

“Pendekatan kolegial dari semua pihak. Mungkin ada yang melihat tulang, jaringan, melihat ini itu. Jadi saling melengkapi dan independensi semakin kukuh karena kepakaran dari masing-masing tim ini yang melengkapi,” paparnya.

Otopsi independen yang dilakukan Komnas HAM dan PP Muhammadiyah, kata Hafid sangat akuntabel karena diamati anggota Polri, masyarakat dan tokoh agama.

“Kalau misalnya ada proses yang tidak lazim dan tidak boleh dilakukan karena melanggar hukum sesuai yang digariskan dalam menangani kasus terorisme, maka Densus (Detasemen Khusus 88 Antiteror, Red) sebagai institusi tidak boleh kebal hukum. Harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Ini akan menjadi lembaran baru untuk memberi masukan ke pihak terkait yakni Polri dalam penanganan terorisme seperti apa,” jelasnya. (ren/wa/JPG/ton)