Tarif Angkot Turun 5 Persen

Senin Depan Akan Dibahas

679
SEDIKIT PEMINAT: Penumpang membayar tarif usai naik angkutan kota (angkot) di Kota Semarang. Penurunan tarif angkot dianggap semakin membebani pengusaha karena jumlah penumpang terus menyusut. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
SEDIKIT PEMINAT: Penumpang membayar tarif usai naik angkutan kota (angkot) di Kota Semarang. Penurunan tarif angkot dianggap semakin membebani pengusaha karena jumlah penumpang terus menyusut. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

TARIF-ANGKOT-web

PEKALONGAN-Berdasarkan perhitungan internal Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud), tarif angkutan dalam kota (angkot) di Kota Pekalongan, dimungkinkan turun sekitar lima persen. Menyusul turunnya harga BBM bersubsidi.

“Kita perhitungkan tarifnya akan turun sekitar lima persen dari sebelumnya,” kata mantan kepala sekolah yang kini menjabat Kepala Bidang Pengujian dan Angkutan Dishubparbud, Yunus Suwandi, Jumat (8/4) kemarin.

Namun, kata Yunus, hasil perhitungan penurunan tarif angkutan itu masih belum final. Sebab akan dibahas terlebih dahulu dengan pihak terkait, seperti Organda, Bagian Hukum, Bagian Perekonomian, Satpol PP, maupun pihak kepolisian setempat. “Rapat pembahasan penurunan tarif angkot ini baru akan dilakukan Senin (11/4) mendatang di Kantor Dishubparbud,” ujarnya.

Pria yang aktif di KONI itu menerangkan, perhitungan tarif angkutan didasarkan oleh banyak aspek. Seperti tipe dan karakteristik kendaraan, jumlah penumpang per hari per bulan ataupun per tahun, biaya pokok kendaraan, biaya bahan bakar, biaya perawatan atau servis kendaraan, harga onderdil, jarak tempuh, upah awak angkutan, dan sebagainya.

Yunus menjelaskan bahwa di Kota Pekalongan hanya ada dua trayek angkot, yakni jurusan Sayun-Pasir Kencana dan Sayun-Slamaran. Dari berbagai perhitungan yang dilakukan dengan harga BBM premium Rp 6.550 per liter, maka ketemu angka tarif batas atas (jauh dekat, 0 sampai 17 km) Rp 184 per penumpang per kilometer, turun dari sebelumnya Rp 231.

Sehingga, jika tarif batas atas (jauh dekat) sebelum ada penurunan harga BBM dipatok Rp 4.000, maka tarif baru sebesar Rp 3.758, atau jika dibulatkan menjadi Rp 3.800. Sementara, tarif batas bawah diperhitungkan menjadi Rp 147,38 atau jika dibulatkan menjadi Rp 147, dari tarif sebelumnya sebesar Rp 154. Sehingga, tarif batas bawah yang sebelumnya Rp 2.700 menjadi Rp 2.505, atau jika dibulatkan menjadi Rp 2.500.

“Sehingga perhitungannya ada penurunan tarif sekitar lima persen dari sebelumnya. Tetapi sekali lagi, saya tegaskan bahwa ini masih perhitungan internal, belum hasil pembahasan bersama. Namun perhitungan ini akan menjadi patokan dalam pembahasan mendatang. Kami memahami, kalau penurunannya terlalu banyak, kasihan para sopir, awak angkot, dan pemilik angkot. Praktiknya di lapangan, tarif angkutan juga berdasar mekanisme pasar dan kesepakatan antara penumpang dan sopir,” tegas dia. (way/jpnn/ida)