Hendi Yakin Gajahmada Jadi Pusat Perdagangan

Tiga Tahun ke Depan Potensi Semarang Luar Biasa

719

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku optimistis dalam tiga tahun mendatang Kota Semarang akan memiliki potensi yang luar biasa dalam hal investasi dan bisnis. Hal itu tidak terlepas dengan semakin mudahnya akses karena adanya jalan tol, pengembangan bandara, dan pelabuhan.

”Kota perdagangan dan jasa ini juga akan semakin mudah dikunjungi oleh masyarakat mancanegara. Karena pengembangan Bandara Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang segera rampung,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi- menuturkan, Pemkot Semarang telah menyiapkan diri menyambut potensi itu dengan memangkas birokrasi dan mempermudah perizinan. Salah satunya adalah dengan meluncurkan sistem pengurusan Keterangan Rencana Kota (KRK) dan Izin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB) secara online. ”Targetnya sampai akhir tahun ini proses perizinan menjadi lebih baik, tapi tidak melanggar peraturan,” imbuhnya.

Hendi mengaku telah bertemu para pengusaha dan mengajak mereka bersama-sama menyambut peluang luar biasa ini. Menurutnya, para pengusaha juga telah menyampaikan rencananya menangkap peluang dengan membangun pusat perdagangan baru khususnya di wilayah Jalan Gajahmada. ”Kami tentu menyambut baik hal itu, karena membangun kota tidak bisa hanya bersandar pada APBD. Pengusaha juga harus ikut agar kota ini ke depan semakin memiliki daya saing,” sambungnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha nasional, Irwan Hidayat menyatakan siap berinvestasi di Kota Semarang. Ia mengaku optimistis Kota Semarang akan terus berkembang pesat setidaknya dalam kurun waktu 2-3 tahun ke depan. ”Jangan hanya melihat sekarang. Dalam 2-3 tahun ke depan, akses menuju ke Semarang akan semakin mudah,” klaimnya ditemui di Balai Kota Semarang.

Direktur Utama PT Sido Muncul ini menambahkan, pihaknya akan menanamkan investasi senilai Rp 1 triliun untuk membangun sebuah Hotel Tentrem di wilayah Jalan Gajahmada Semarang. Menurutnya, dengan adanya jalan tol dan pengembangan bandara, akan banyak perusahaan dari Jakarta yang relokasi ke Semarang.

”Tidak hanya itu saja, akan banyak juga kapal merapat ke Semarang dan turis yang datang ke Jogjakarta akan banyak yang mampir di sini. Potensi market yang ada mencapai 2,5 juta wisatawan belum termasuk kapal-kapal pesiar yang secara berkala berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas,” pungkasnya. (fai/ida/ce1)