Buruh Tuntut Kompensasi

436

PEKALONGAN-Sebanyak 450 buruh PT Kesmatex menggeruduk pabrik tempat mereka bekerja di Jalan Rajawali, Panjang Wetan, Rabu siang (13/4) kemarin. Mereka menuntut kompensasi upah akibat pengurangan hari kerja bagi karyawan.

Salah satu perwakilan buruh, Teguh Sampuri mengungkapkan bahwa pengurangan jam kerja yang tak disertai kompensasi pembayaran upah, membuat seluruh karyawan PT Kesmatex melakukan aksi menuntut perusahaan agar menjalankan aturan yang berlaku.

“Dalam aturannya, jika perusahaan meliburkan karyawan, maka tetap harus membayar upah karyawan meskipun tidak penuh,” ujar salah satu perwakilan buruh, Teguh Sampuri.

Setelah sempat bernegosiasi, perusahaan produksi kain tersebut memberikan dua opsi kepada buruh untuk memilih antara dua sistem tersebut. Meski buruh lebih memilih sistem satu minggu kerja dan satu minggu libur dengan kompensasi Rp15 ribu per hari untuk hari libur, namun perusahaan menetapkan hanya menghilangkan satu shift siang dengan kompensasi yang sama.

“Perusahaan memilih untuk menghapus satu shift. Artinya, per karyawan harian akan mendapatkan jatah diliburkan selama dua hari dalam satu minggu, dan diberi kompensasi upah Rp15 ribu. Karena setiap karyawan harian memang mendapatkan jatah shift siang dua hari dalam satu minggu,” jelas Teguh.

Dengan kondisi demikian, lanjut dia, otomatis pendapatan karyawan akan berkurang. Jika sebelumnya dalam satu bulan karyawan mendapatkan upah sebesar Rp 1,5 juta atau sesuai UMK, maka dengan sistem itu upah yang didapat kurang dari Rp1,5 juta. “Dampaknya memang pendapatan kami berkurang,” ujarnya.