Semarang Terjunkan 14 Kenshi Muda

Di Kejurprov Kempo Remaja

1225

SEMARANG – Pengkot Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Semarang akan menerjunkan 14 kenshi dalam Kejuaraan Provinsi Remaja Shoruinji Kempo Jateng di Purworejo, 27-29 Mei mendatang.

Mereka akan bertanding pada 14 dari 17 kelas yang dipertandingkan dalam kejuaraan tersebut. Juara umum menjadi target tim Ibu Kota Jateng di Purworejo nanti. ”Kami sudah melakukan seleksi atlet, beberap waktu lalu. Pada kejurprov nanti, kami tidak bisa turun full team karena ada tiga kelas yang memang tidak ada atlet. Seperti embu yudhansa putra, putri, dan pasangan. Tapi kami tetap optimistis meraih hasil maksimal di pada kejurprov nanti,” tutur Ketua Umum Perkemi Kota Semarang Angudiargo.

Sekarang ini, 14 kenshi telah menjalani pemusatan latihan di Dojo Bernadus dan Undip. Menurutnya, perkembangan kenshi pada pemusatan latihan cukup signifikan. Kondisi inilah yang menjadikan Perkemi Kota Semarang optimistis di kejurprov. Dia meminta agar kenshi fokus penuh menjalani pemusatan latihan. Sebab, kejurprov nanti juga sekaligus seleksi tim Jateng untuk kejurnas remaja, Oktober mendatang. ”Ini kesempatan emas bagi kenshi Semarang masuk ke tim Jateng. Rencananya, kenshi yang terpilih juga merupakan proyeksi atlet yang akan diterjunkan pada PON Remaja II 2017 Jateng. Kejurnas remaja nanti, juga sekaligus sebagai babak kualifikasi PON Remaja II,” jelasnya.

Menurutnya, kenshi Semarang sangat siap berlaga di Purworejo nanti. Selain mematangkan teknik , tim pelatih juga menempa mental bertanding para kenshi. Pada beberapa kesempatan saat menjalani pemusatan latihan, dibuat simulasi pertandingan. ”Dalam simulasi ini, kami membuat suasana semaksimal mungkin mendekati pertandingan sesungguhnya mulai dari perangkat pertandingan hingga penilaian. Berangkat dari situ, tim pelatih akan melakukan evaluasi sejauh mana penyerapan atlet pada program yang diberikan,” lanjutnya.

Ia memperkirakan, persaingan di Purworejo akan lebih ketat dibanding sebelumnya. Kekuatan kempo di Jateng telah merata sehingga kemungkinan tak ada daerah yang tampil dominan. (bas/smu)