Dipalak Pil Koplo, Nekat Habisi Nyawa Teman

509
RESIDIVIS: Imam Taufik, pelaku penusukan saat dikeler di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESIDIVIS: Imam Taufik, pelaku penusukan saat dikeler di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESIDIVIS: Imam Taufik, pelaku penusukan saat dikeler di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESIDIVIS: Imam Taufik, pelaku penusukan saat dikeler di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Hanya persoalan dimintai pil koplo, seorang warga Jalan Karang Nangka I Mangkang Raya, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, bernama Imam Taufik, 31, nekat membunuh temanya sendiri. Korban bernama Purnom, warga Jalan Kebonharjo RT 03 RW 09, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara. Dia terkapar bersimbah darah akibat luka tusuk di dada hingga menembus jantung.

Pembunuhan ini berawal dari cekcok antara pelaku dengan korban, Sabtu (23/4) petang lalu. Bermula, korban sendirian mendatangi tempat kos pelaku di Jalan Ronggowarsito Semarang dengan maksud meminta sejumlah pil koplo.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pelaku hingga terjadi adu mulut. Merasa permintaan itu ditolak oleh pelaku, korban marah dan melayangkan pukulan ke muka pelaku yang diduga sebagai pengedar pil koplo tersebut. ”Dia (korban) datang ke tempat saya minta obat, tapi saya tidak punya. Dia malah mukul duluan. Terus saya emosi lalu mengambil pisau. Dia lari saya kejar dan jatuh kemudian saya tusuk,” ungkap pelaku imam saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (25/4) kemarin.

Diakuinya, sebilah pisau dengan panjang kurang lebih 30 sentimeter itu dihunuskan pelaku ke arah korban tepat mengenai bagian dada hingga menembus jantung korban. Setelah melakukan penusukan, pelaku melarikan diri dan sempat bersembunyi di daerah Pedurungan.

Sementara, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan tersangka berhasil diamankan oleh oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) di tempat persembunyiannya di daerah Pedurungan, tak kurang dari 24 jam setelah pelaku membunuh korban. ”Tersangka utama ini seorang residivis, dengan kasus pemerkosaan anak di bawah umur,” katanya.

Selain meringkus pelaku, petugas juga mengamankan seorang lagi bernama Aji Pamungkas, 19, warga Tambak Dalam Semarang. Diiduga, Aji turut membantu kejahatan yang dilakukan oleh pelaku utama atau Imam Taufik. ”Dari pengakuannya, dia (Aji) ternyata keponakannya sendiri yang membantu pelaku utama dengan cara berboncengan sepeda motor,” imbuhnya.

Sedangkan pelaku, Imam Taufik terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah panas pada bagian kakinya, karena berusaha melawan saat akan dilakukan penangkapan. (mha/zal/ce1)