Jateng Contoh bagi ASEAN

353

SEMARANG — Provinsi Jateng dijadikan contoh dalam penanganan dan penanggulangan bencana secara efektif, efisien dan bermanfaat. Sebab provinsi ini seolah menjadi ”supermarket” bencana. Berbagai bencana mulai gempa, erupsi, banjir, serta tanah longsor pernah terjadi.

”Dari berbagai pengalaman tersebut, maka Jateng dijadikan contoh untuk penanganan bagi negara-negara ASEAN,” ungkap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai pembukaan The ASEAN Commite on Disaster Management (ACDM) 2016 di kantor BPBD Jateng, kemarin.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan kehebatan Jateng adalah dengan kearifan lokal yang ada sehingga masyarakat sangat siap dalam menanggulangi bencana. ”Pemerintah itu tinggal melatih sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) bisa didayagunakan dan kalau di negara lain hal itu tidak ada,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mencontohkan keberadaan kentongan dalam memberitahukan bencana kepada masyarakat lain, merupakan suatu contoh yang sudah ada sejak dulu. ”Jadi kentongan itu ada sejak dulu dan dipakai di masyarakat desa dalam memberitahukan kepada masyarakat akan adanya bahaya bencana,” paparnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan kegiatan ini digunakan untuk membahas pengurangan risiko bencana secara umum sehingga masing-masing negara akan share pengalamannya masing-masing. ”Itu tujuan dari rakor ini dan dalam rangka memperkuat apa yang dinamakan dengan pengurangan risiko bencana,” katanya.

Para delegasi dari berbagai negara tersebut akan diajak melihat secara langsung pengalaman-pengalaman dari daerah dalam menanggulangi bencana. ”Jadi itu yang perlu kita banggakan dan dapat dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain bagaimana provinsi Jateng ini melakukan upaya penanggulangan bencana secara efektif, efisien dan bermanfaat,” lanjutnya. (hid/ric/ce1)