Prestasi Sanda Jateng Merata

858
SERU: Salah satu laga dalam Kejuaraan Nasional Wushu Sanda Piala Rektor di Auditorium Unnes Sekaran, Selasa (26/4). (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERU: Salah satu laga dalam Kejuaraan Nasional Wushu Sanda Piala Rektor di Auditorium Unnes Sekaran, Selasa (26/4). (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Wushu nomor sanda (tarung) makin memasyarakat. Dalam Kejurnas Terbuka Wushu Sanda Piala Rektor Unnes yang berakhir Kamis (28/4) kemarin di Auditorium Unnes, Semarang, gelar juara di beberapa kategori terbagi rata.

Kontingen Universitas Negeri Semarang (Unnes) tampil sebagai juara umum dalam ajang yang menjadi pemanasan para atlet pelatda wushu Jateng sebelum tampil di PON 2016, September mendatang. Bermaterikan atlet-atlet pelatda, Unnes menjadi mengumpulkan enam medali emas, di antaranya disumbangkan oleh Ratih Eriyana Larasati di kelas 56 kg senior putri, Yusuf Widiyanto (56 kg senior putra) dan Puja Riyaya (70 kg senior putra). Ketiganya adalah atlet pelatda PON Jateng.

Yusuf selain meraih medali emas juga terpilih sebagai atlet terbaik kategori senior putra. Gelar pemain terbaik junior putri disandang Sinung Luhur Dyah Ayu (atlet kelas 48 kg junior dari Sasana Teratai Sakti Semarang). Juara umum pra-juniordipegang klub Sanbo Borobudur Kabupaten Magelang, sedangkan juara umum kategori junior dipegang Pengkab WI Kabupaten Semarang.

Pelatih pelatda PON Jateng M Slamet menilai, pihaknya puas atas prestasi yang dicapai oleh anak asuhannya. Dari delapan atlet pelatda PON yang turun, enam diantaranya merebut medali emas dan satu medali perunggu. ”Kami puas, karena mereka berhasil menerapkan metode latihan di kejuaraan ini, baik itu taktik maupun kecepatan. Namun sesungguhnya, mereka baru mengeluarkan 75 hingga 80 persen kemampuan terbaik. Performa puncaknya bakal ada di PON mendatang,” kata Slamet.

Ketua Harian Pengprov WI Jateng Sudarsono didampingi Ketua Panitia Pelaksana Lomba Henny Setyawati menambahkan, ajang Kejurnas kali ini juga menjadi salah satu ajang pemanasan atlet-atlet Jateng yang akan turun di PON XIX/2016 Jabar. Selain itu, bagi atlet Jateng ada beberapa manfaat yang bisa diambil yaitu untuk prajunior dijadikan ajang sosialisasi dan seleksi awal pembentukan tim wushu Jateng untuk PON Remaja II 2017 untuk atlet junior. “Jadi untuk sanda kemarin kami berhasil meloloskan 9 dari 11 kelas yang dipertandingkan di PON Jabar. Tentu ajang ini akan menjadi bahan evaluasi bagi mereka karena daerah-daerah lain juga mengirimkan atlet PON di kejuaraan kali ini,” pungkas Darsono. (bas/smu)