Wali Murid Tuntut Penarikan Buku Menyesatkan

806
HARUS DITARIK : Guru SDNegeri 1 Kampil, Wiradesa, Pekalongan saat menunjukkan buku tentang narkoba yang dianggap menyesatkan siswa, Jumat (29/4) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARUS DITARIK : Guru SDNegeri 1 Kampil, Wiradesa, Pekalongan saat menunjukkan buku tentang narkoba yang dianggap menyesatkan siswa, Jumat (29/4) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARUS DITARIK : Guru SDNegeri 1 Kampil, Wiradesa, Pekalongan saat menunjukkan buku tentang narkoba yang dianggap menyesatkan siswa, Jumat (29/4) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARUS DITARIK : Guru SDNegeri 1 Kampil, Wiradesa, Pekalongan saat menunjukkan buku tentang narkoba yang dianggap menyesatkan siswa, Jumat (29/4) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sejumlah orang tua murid Sekolah Dasar (SD) menuntut Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan, agar mencabut sejumlah buku bacaan yang isinya menyesatkan siswa didik, Jumat (29/4) kemarin.

Menyusul ditemukannya buku yang isinya justru mengajarkan siswa dalam menggunakan beberapa jenis narkoba tertentu di SD Negeri 1 Kampil, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Ironisnya, buku tersebut merupakan buku Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2013 dengan judul Benteng Remaja Menolak Narkoba yang diterbitkan oleh Nobel Edumedia Jakarta, cetakan pertama tahun 2008.

Demikian dengan buku berjudul Atlas Bernuansa Tematik Provinsi Jawa Tengah yang diterbitkan oleh PT Musi Perkasa Utama Jakarta. Dalam buku tersebut, terdapat beberapa peta yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Pada halaman 61 peta Jawa Tengah, peta Kabupaten Batang berbatasan dengan Kabupaten Tegal, padahal peta yang benar berbatasan dengan Kota dan Kabupaten Pekalongan.

Hayati, 34, warga Desa Kampil, Kecamatan Wiradesa, wali murid siswa kelas 5 SD Negeri 1 Kampil mengaku terkejut ketika anaknya meminjam buku dari perpustakaan sekolah berjudul Benteng Remaja Tolak Narkoba. Justru isinya lebih mengajarkan siswa agar mencoba cara menggunakan narkoba. “Maka saya langsung ke sekolah mengembalikan buku itu dan melaporkan kepada guru kelas,” ungkap Hayati.

Lathoifud Tohar, 54, Pemantau Pendidikan Jawa Tengah mengungkapkan bahwa DAK tahun 2010 berupa buku perpustakaan dan perangkat pelengkapnya di Kabupaten Pekalongan dan Jawa Tengah, banyak yang tidak sesuai standar. Karena itu, Pemkab Pekalongan melalui Dindikbud, harus segera menarik beberapa buku yang tidak mendidik dan menjerumuskan siswa tersebut. Khususnya buku yang ada di perpustakaan SD dan SMP.