Ketua KSIA Jadi Tersangka Korupsi

Penyaluran Dana CSR PTPN IX

398

SEMARANG – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang menetapkan Zaenal Arifin (ZA) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Perkebunan Negara (PTPN) IX Semarang 2012. Zaenal Arifin merupakan Ketua Koperasi Sinergi Inti Artha (KSIA). Diketahui, dana kemitraan PTPN IX sebesar Rp 1,25 miliar itu disalurkan lewat lembaga penyalur KSIA kepada 66 mitra binaannya.

Penetapan tersangka ZA tersebut diketahui berdasarkan surat Nomor: PRINT-02/O.3.10/Fd.1/04/2016 tertanggal 27 April 2016 lalu yang dikeluarkan penyidik Kejari Semarang. Sementara untuk penyidikan atas perkara tersebut dimulai sejak 25 Februari 2016 lalu berdasarkan surat Nomor: PRINT-01/O.3.10/Fd.1/02/2016.

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Semarang, Zaenal Arifin dilahirkan di Kudus, 9 Juni 1974, dengan alamat tinggal Kampung Penthul No 15A RT 01/ RW 02, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

”Benar Mas, kami sudah menetapkan tersangka atas perkara tersebut dengan inisial ZA sejak 27 April 2016 lalu,” kata Kepala Kejari Semarang Rizal Pahlevi melalui Kasi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus), Sutrisno Margi Utomo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (11/5).

Atas perkara tersebut, lanjut Sutrisno, pihaknya akan menjerat ZA dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

”Saat ini sudah lebih dari 30 saksi mitra binaan yang kami periksa, termasuk dari pihak koperasi dan PTPN IX. Bahkan salah satu mitra binaanya adalah Jeng Ratu sebagai salah satu koordinator kelompok,” bebernya.