Pedagang Lakukan Perbaikan Kios

462
MULAI BONGKAR : Pedagang Pasar Anyar mulai membongkar bangunan toko atau kios masing-masing untuk dipindahkan ke Pasar Darurat. (M AINUL ATHO'/RADAR PEKALONGAN/JPNN)
MULAI BONGKAR : Pedagang Pasar Anyar mulai membongkar bangunan toko atau kios masing-masing untuk dipindahkan ke Pasar Darurat. (M AINUL ATHO'/RADAR PEKALONGAN/JPNN)
MULAI BONGKAR : Pedagang Pasar Anyar mulai membongkar bangunan toko atau kios masing-masing untuk dipindahkan ke Pasar Darurat. (M AINUL ATHO'/RADAR PEKALONGAN/JPNN)
MULAI BONGKAR : Pedagang Pasar Anyar mulai membongkar bangunan toko atau kios masing-masing untuk dipindahkan ke Pasar Darurat. (M AINUL ATHO’/RADAR PEKALONGAN/JPNN)

PEKALONGAN-Meski sudah disediakan kios dan lapak pengganti di Pasar Darurat, namun pedagang Pasar Anyar harus membenahi kiosnya terlebih dahulu. Sebab, kios yang disiapkan dinilai tidak sesuai dengan standar yang diharapkan para pedagang.

Wakil Ketua Paguyuban Pasar Anyar, Hadi Kuswanto mengatakan bahwa pihaknya belum pindah ke Pasar Darurat karena masih harus melakukan pembenahan terhadap kiosnya di Pasar Darurat. “Tidak bisa langsung dipakai karena bentuknya tidak layak. Harus diperbaiki sendiri, menggunakan uang pribadi,” tutur dia, Rabu (11/5) kemarin.

Hadi mengaku, untuk membenahi satu kios dia membutuhkan biaya sekitar Rp500 ribu. Sedangkan dia mendapat satu kios dan satu toko. Kondisi demikian dikatakannya juga dialami pedagang lainnya. “Makanya dari pedagang ini ingin agar selama disana, bisa dibebaskan dari retribusi karena sudah banyak mengeluarkan biaya,” harap dia.

Selain karena sudah mengeluarkan biaya pribadi untuk membenahi kios, Hadi dan pedagang lainnya juga khawatir kondisi pembeli di Pasar Darurat tidak seramai di Pasar Anyar. Sehingga pedagang keberatan jika masih harus dikenai biaya kembali. “Di Pasar Anyar saya dikenai retribusi Rp5.500 per hari sesuai luasannya. Disaa juga akan dikenai per meter tapi belum tahu berapa. Harapannya bisa dihapus selama kami menempati disana,” tambah Hadi.

Pedagang lainnya, Agus Winoto, juga melakukan pembenahan toko yang akan ditempatinya. Dia mengaku menambahkan beberapa kebutuhan untuk membuat tokonya layak ditempati, salah satunya menambah penutup bagian atas tokonya. “Bangunan asilnya tidak ada tutupnya. Saya menutup sendiri karena kalau tertutup gini kan tikus tidak bisa masuk,” katanya.

Meskipun tokonya sudah siap ditempati, namun Agus mengaku belum memindahkan barang dagangannya ke pasar darurat. “Barang-barang nggak bisa dipindah sekarang. Pindahannya nanti kalau semua pedagang sudah siap. Lagipula, di sini belum ada yang jaga. Kalau barang-barang dipindah ke sini sekarang, siapa yang akan menjaga,” sambungnya. (nul/jpnn/ida)