Penertiban Lahan Warga Kebonharjo Ditunda

519

TANJUNG MAS – Direktur Intelkam Polda Jateng Kombes Pol Yakubus Marzuki, Kamis (12/5) kemarin sekitar pukul 08.00, mendatangi Kampung Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang. Kedatangan perwira Polda Jateng itu untuk melihat keadaan warga, sekaligus memberikan informasi penting.

Kuasa hukum warga Kebonharjo, Budi Sekoriyato, mengatakan, jika kedatangan Yakubus di antaranya berdialog dengan warga dan memberikan kabar jika penertiban lahan yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang direncanakan pada pertengah bulan Mei ini belum bisa dilakukan. Pasalnya, surat izin penertiban belum masuk ke pihak Polda Jateng maupun Polrestabes Semarang.

”Katanya Pak Direktur Intelkam (Yakubus, Red) suratnya belum masuk. Warga diminta tenang dan rencana penertiban tidak akan dilakukan pertengahan Mei mendatang karena belum ada surat rekomendasi,” kata Budi, kemarin.

Menurut Budi, kedatangan Yakubus tentu membuat warga tenang. Apalagi Yakubus telah bertemu dengan perwakilan warga, dan memastikan jika pertengahan Mei 2016 ini dipastikan tidak jadi ada penertiban dari PT KAI. ”Kata beliau begitu, soalnya surat izinnya belum masuk ke Polsek, apalagi ke Polrestabes maupun Polda,” ujarnya.

Pihak Polda sendiri malah mengundang warga pada Senin (16/5) pagi lalu untuk duduk bersama yang dihadiri perwakilan Pemkot Semarang, PT KAI, DPRD Kota Semarang, dan kantor BPN untuk mencari solusi penyelesaian.

”Kalau memang tidak jadi ditertibkan, warga sangat bersyukur. Harusnya memang menunggu letigasi keluar atau putusan dari pengadilan,” tambah Suparjo, Ketua Forum RW Kelurahan Tanjung Mas.

Terkait pengunduran jadwal penertiban lahan ini, Manajer Humas PT KAI Daop IV Semarang Gatut Sutiyatmoko membantahnya. Gatut mengaku PT KAI sudah mengajukan permohonan untuk keperluan pelaksanaan pengamanan dari pihak kepolisian dalam penertiban. ”Suratnya sudah dikirim hari ini (kemarin, Red) ke Polrestabes dan tembusannya ke Polda,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika penertiban tetap akan dilakukan pada pertengahan Mei. Saat ini, PT KAI masih menunggu balasan surat dari kepolisian terkait permohonan. ”Balasannya masih kami tunggu, semoga saja diberikan rekomendasi agar pembangunan rel KA Tawang-Tanjung Emas bisa dilakukan,” harapnya. (den/aro/ce1)