Ajak Perangi Miras dan Narkoba

416
DILINDAS : Sebanyak 32.424 botol miras hasil operasi penegakan perda dan pekat dimusnahkan oleh Satpol PP Kendal di depan Kantor Bupati Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILINDAS : Sebanyak 32.424 botol miras hasil operasi penegakan perda dan pekat dimusnahkan oleh Satpol PP Kendal di depan Kantor Bupati Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Semakin merosotnya moralitas generasi muda menjadi keprihatinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah. Hal ini disebabkan semakin banyak anak muda yang mengkonsumsi minuman keras, narkoba dan berbagai obat terlarang lainya.

Wakil Ketua MUI Jawa Tengah, Prof Ahmad Rofiq menilai kondisi seperti ini harus benar-benar menjadi perhatian bersama. Dalam hal ini, Pemprov, Pemkot maupun penegak hukum harus mengambil tindakan tegas bagi mereka yang merusak moral generasi muda. Terutama mereka penjual minuman keras dan narkotika. “Harus ada tindakan tegas. Sangat ironis ketika melihat anak muda sudah tercemar dengan miras dan sejenisnya,” katanya, kemarin.

Keprihatinan yang dirasakan MUI ini cukup beralasan. Di Kota Semarang misalnya banyak kejahatan jalanan yang dilakukan anak muda karena pengaruh minuman keras. Bahkan, peredaran narkotika terus terjadi meski aparat penegak hukum sudah melakukan penindakan. “Miras dan narkoba dampak negatifnya sangat banyak. Parahnya dua penyakit ini sekarang sudah merasuki anak-anak muda,” ujarnya.

Sebenarnya, pihak berwajib tidak pernah berhenti untuk menertibkan dan menindak pelaku penjual miras maupun narkoba. Tapi dalam kenyataannya, praktik seperti ini terus berjalan dan pelaku tidak pernah jera. Parahnya sekarang tidak sedikit anak muda atau pelajar yang kerap menggelar pesta minuman keras. “Ini kan ironis. Jika kondisi ini terus dibiarkan bisa rusak mental generasi muda di Jateng,” tambahnya.

Direktur Pascasarjana UIN Walisongo ini meminta agar masyarakat dan orangtua lebih meningkatkan kepekaan kepada anak-anak muda di lingkungan masing-masing. Pengawasan harus dilakukan terus agar anak muda tidak terjerumus ke dalam dua penyakit tersebut. Sebab, ketika sudah mencicipi sulit untuk menghindarinya. “Masyarakat harus lebih peka. Ini sebagai upaya kontrol sosial di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah, Masruhan Samsurie meminta agar pihak berwajib bertindak tegas terhadap penjual miras dan narkoba. Karena dua penyakit itu sangat membahayakan dan merusak mentalitas generasi muda. “Penindakan harus terus dilakukan, agar generasi muda tidak rusak. Pemprov maupun daerah juga harus tegas jika ada peredaran miras,” tambahnya. (fth/ric)