Bos Sivex Dijebloskan ke Penjara

2099
DILIMPAHKAN: Direktur PT Sivex Fashion Indonesia Herdy Utomo berada di mobil tahanan Polda Jateng yang membawanya ke Lapas Kedungpane, Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILIMPAHKAN: Direktur PT Sivex Fashion Indonesia Herdy Utomo berada di mobil tahanan Polda Jateng yang membawanya ke Lapas Kedungpane, Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILIMPAHKAN: Direktur PT Sivex Fashion Indonesia Herdy Utomo berada di mobil tahanan Polda Jateng yang membawanya ke Lapas Kedungpane, Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILIMPAHKAN: Direktur PT Sivex Fashion Indonesia Herdy Utomo berada di mobil tahanan Polda Jateng yang membawanya ke Lapas Kedungpane, Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Nasib orang selalu berputar. Siapa sangka, Herdy Utomo (HU), 35, yang mantan seorang model dengan wajah ganteng ini harus menjadi penghuni sel penjara. Direktur PT Sivex Fashion Indonesia (PT SFI) yang berkantor di Jalan Sompok Raya No 68 Semarang ini dijebloskan ke Lapas Kelas IA Kedungpane diduga karena melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 1,5 miliar milik dr Suhartojo.

Bos Sivex ini ditangkap pada 28 Maret 2016 lalu sesuai dengan surat perintah penangkapan nomor: Sp. Kap / 50 / III / 2016 / Reskrimum. Ia sempat ditahan di rutan Polda Jateng sejak 28 Maret 2016. Pada Selasa (17/5) kemarin, tersangka Herdy dan barang bukti dilimpahkan oleh penyidik Polda Jateng ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang.

Herdy digelandang masuk mobil tahanan Polda Jateng bernopol IX-191-29. Ia tampak santai mengenakan celana kuning pendek, berkaus silver, dan sandal jepit dengan tangan diborgol. Ia masih terlihat tersenyum dan tertawa, namun sesekali menutupi wajahnya ketika awak media mengambil gambarnya.

Kepala Kejari Semarang Rizal Pahlevi melalui Kasi Intelijen, Tri Yulianto, didampingi Kasi Pidum Anton Rudyanto mengatakan, berkas perkara dan barang bukti tersangka Herdy sudah dinyatakan lengkap atau P21. Selanjutnya tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan di Lapas Kedungpane.