Tabrak Moto, Sopir Lari, Bus Peziarah Dimassa Warga

1161
KACA HANCUR : Warga menahan bus pariwisata PO Dewi Sri, karena sopir bus melarikan diri usai menabrak pengendara sepeda motor, di jalur Pantura Pelelen, Gringsing, Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KACA HANCUR : Warga menahan bus pariwisata PO Dewi Sri, karena sopir bus melarikan diri usai menabrak pengendara sepeda motor, di jalur Pantura Pelelen, Gringsing, Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KACA HANCUR : Warga menahan bus pariwisata PO Dewi Sri, karena sopir bus melarikan diri usai menabrak pengendara sepeda motor, di jalur Pantura Pelelen, Gringsing, Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KACA HANCUR : Warga menahan bus pariwisata PO Dewi Sri, karena sopir bus melarikan diri usai menabrak pengendara sepeda motor, di jalur Pantura Pelelen, Gringsing, Batang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Bus pariwisata PO Dewi Sri yang membawa rombongan peziarah dari Kota Cirebon, nyaris dibakar massa di Desa Pelelen, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa (17/5) kemarin. Pasalnya, bus dengan nomor polisi G 1603 BE menabrak pengemudi sepeda motor hingga kritis, tepat di turunan jalan pantura Alas Roban, Desa Plelen.

Kecelakaan lalu lintas tersebut bermula ketika bus pariwisata yang membawa rombongan ziarah dengan tujuan Kota Surabaya melaju kencang dari arah barat menuju ke arah timur. Namun saat melintas di jalur Alas Roban dengan kondisi menikung dan menurun, bus tetap melaju kencang. Lantaran sopir tidak bisa mengendalikan laju kemudi, bus akhirnya menabrak median jalan. Hingga akhirnya menabrak Subarhadi, 53, yang sedang mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi G 6615 QL, dari arah yang berlawanan.

Namun seteleh bus menabrak pengendara sepeda motor, sopir bus bukannya berhenti, justru memutar balik arah bus untuk melarikan diri. Warga akhirnya emosi dan melempari bus tersebut dengan batu, hingga sisi kanan dan depan kaca bus tersebut hancur.

Melihat suasana yang tidak kondusif tersebut, para penumpang langsung berusaha turun. Karena kondisi kaca hancur dan warga berusaha menahan bus Dewi Sri tersebut, para peziarah tidak bisa melanjutkan perjalanan. Sedangkan Hardi, 35, sopir bus tersebut langsung melarikan diri dengan menumpang bus lain ke arah timur, ketika para penumpang berebut turun.