Tinggi, Kekerasan Perempuan di Jateng

365
Kekerasan Perempuan
Kekerasan Perempuan
Kekerasan Perempuan
Kekerasan Perempuan

SEMARANG – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seperti fenomena gunung es. Di Jateng, dari total kasus yang pernah terjadi, hanya 10 persen saja yang mendapat payung hukum.

Direktur Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM), Dian Puspitassari, menuturkan, sedikitnya jumlah yang lanjut ke meja hijau, bisa disebabkan karena beberapa alasan. Salah satunya, pihak internal keluarga korban tidak ingin masalah tersebut tersebar, karena bersifat sensitif bagi korban dan keluarga.

Seperti diketahui, berdasarkan data LRC-KJHAM, sepanjang 2015 terjadi 477 kasus dengan jumlah korban 1.227 orang di Jateng. Sebaran kasus kekerasan terhadap perempuan ini didominasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan 201 kasus dan 201 korban.

Berdasarkan sebaran wilayah, kasus tertinggi terjadi di Kota Semarang dengan 177 kasus. Diikuti Kabupaten Wonosobo 60 kasus, Solo 37 kasus, Kabupaten Kendal 26 kasus, dan Kabupaten Semarang 15 kasus.