Lebaran, PNS Terima Tiga Gaji Sekaligus

477

SEMARANG – Lebaran pada Juli mendatang bakal menjadi berkah bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebab, para abdi negara itu akan menerima tiga gaji sekaligus. Yakni, gaji reguler, gaji ke-13, serta gaji ke-14.

Kepala Biro Keuangan Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo, mengaku telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 204 miliar untuk membayar tiga gaji tersebut kepada seluruh PNS di Jateng. ”Gaji bulanan dan gaji ke-13 masing-masing sekitar Rp 73 miliar. Sementara gaji ke-14, sekitar Rp 58 miliar,” kata Arif kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (19/5).

Kapan waktu pencairannya? Arif mengaku belum bisa memastikan tanggalnya, karena masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP). Tapi, menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi, gaji tersebut akan disalurkan pada Ramadan mendatang, selambat-lambatnya 10 hari menjelang Lebaran.

Arif mengakui, sepanjang sejarah, baru kali ini ada gaji ke-14. Tambahan ini merupakan wujud kompensasi, karena tahun ini PNS tidak menerima kenaikan gaji reguler. Pencairan pun sengaja didekatkan Lebaran untuk membantu memenuhi kebutuhan ketika hari raya yang biasanya meningkat. ”Mekanismenya, belum bisa diinformasikan secara detail. Semuanya akan dijelaskan dari PP. Kami juga masih menunggu,” ujarnya.

Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jateng, Mayadina, menyayangkan jika tiga gaji tersebut dicairkan dalam kurun waktu satu bulan. Dikhawatirkan, pemerintah akan dianggap tidak punya kepekaan terhadap rakyat. Seolah-olah ’bancakan’ uang negara di hari raya.

Selain itu, besaran gaji tambahan tersebut sebaiknya tidak dipukul rata, namun harus ada pertimbangan kinerja PNS. ”Masak PNS yang kerjanya bagus dan tidak bagus gajinya sama, kalau sama untuk apa aturan kedisiplinan,” cetusnya.

Menurut Maya, hak PNS harus disesuaikan dengan basis kinerja, sehingga bisa adil. Dalam kesempatan tersebut, ia mempertanyakan alasan gaji ke-14 yang hendak diberikan kepada PNS. ”Saya sepakat ada reward bagi PNS yang kinerjanya maksimal, bukan dipukul rata,” katanya. (amh/aro/ce1)