Kapolrestabes Semarang Diperiksa

Buntut Ricuh saat Penertiban Kebonharjo

890
KECOH WARGA: Petugas PT KAI dan Polri membongkar pagar pembatas dengan alat berat untuk jalan memasuki Kampung Kebonharjo, Tanjung Mas, Semarang. Cara ini cukup jitu mengecoh warga yang rata-rata berjaga-jaga di mulut jalan kampung di Jalan Ranggawarsita. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KECOH WARGA: Petugas PT KAI dan Polri membongkar pagar pembatas dengan alat berat untuk jalan memasuki Kampung Kebonharjo, Tanjung Mas, Semarang. Cara ini cukup jitu mengecoh warga yang rata-rata berjaga-jaga di mulut jalan kampung di Jalan Ranggawarsita. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

ricuh-kebonharjo

SEMARANG – Pucuk pimpinan dan sejumlah pejabat utama Polrestabes Semarang diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Pemeriksaan tersebut terkait insiden kericuhan saat penertiban aset PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di Kampung Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Kamis (19/5) lalu.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (24/5) menyebutkan, pemeriksaan terhadap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanuddin dan sejumlah pejabat pentingnya dilakukan di Mapolrestabes Semarang pada Minggu (22/5) dan Senin (23/5) kemarin.

Namun Kepala Bidang Propam Polda Jateng, Kombes Pol Budi Haryanto membantah adanya pemeriksaan tersebut. Menurut dia, sejumlah personel Paminal (Pengamanan Internal-Divisi Propam) dari Mabes Polri datang ke Semarang memang terkait insiden kericuhan Kebonharjo. ”Tim Paminal Mabes memang datang ke sini (Kota Semarang). Tapi bukan memeriksa, melakukan mengklarifikasi,” jelasnya saat dikonfirmasi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, klarifikasi terhadap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin dan sejumlah pejabat penting Polrestabes Semarang itu dilakukan, lantaran saat penertiban aset PT KAI di Kebonharjo itu sampai mengakibatkan delapan anggota Brimob Polda Jateng terluka dan dilarikan ke rumah sakit. ”Jadi, ini klarifikasi bukan pemeriksaan,” tegasnya.

Pihaknya menambahkan, salah satu materi klarifikasi yang dilakukan petugas Propam Mabes Polri, yakni mencari tahu bagaimana prosedur operasi pengamanan yang dijalankan pihak Polrestabes Semarang saat mengamankan penertiban tersebut. ”Klarifikasi itu atas pejabat yang berwenang. Seperti Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) dan Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intel) Polrestabes Semarang,” katanya.