Pejabat Tak Kompeten, Terancam Dimutasi

355
TRANSPARAN: Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu saat meninjau uji kompetensi pejabat struktural eselon III dan IV di SMK Negeri 7 Semarang. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRANSPARAN: Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu saat meninjau uji kompetensi pejabat struktural eselon III dan IV di SMK Negeri 7 Semarang. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRANSPARAN: Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu saat meninjau uji kompetensi pejabat struktural eselon III dan IV di SMK Negeri 7 Semarang. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRANSPARAN: Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu saat meninjau uji kompetensi pejabat struktural eselon III dan IV di SMK Negeri 7 Semarang. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Para pejabat di lingkungan Pemkot Semarang yang tidak memiliki kompeten di masing-masing jabatannya terancam dimutasi. Hal ini dilakukan untuk membangun Kota Semarang sesuai dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang.

”Kami hanya ingin menempatkan sesuai dengan bidangnya. Sebab, kalau tidak sesuai bidang, akan tidak sesuai harapan. Apalagi nantinya kita akan menyusun RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” kata Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, di sela-sela meninjau uji kompetensi pejabat struktural eselon III dan IV di SMK Negeri 7 Semarang, Selasa (24/5).

Mbak Ita –sapaan akrab wakil wali kota- menjelaskan, uji kompetensi dilakukan untuk mapping (pemetaan) pejabat sesuai dengan kompetensinya. Hasil dari mapping tersebut akan didapat sejumlah pejabat yang potensial dan pejabat dalam pengembangan. ”Bagi yang potensial akan jalan terus, sementara pengembangan akan disesuaikan dengan bidangnya,” ujarnya.

Dalam uji kompetensi ini, lanjut Ita, penilaian dan pemetaan kinerja pejabat di masing-masing eselon akan berlangsung secara objektif. Karenanya, bagi mereka yang mampu mengerjakan tes dan sesuai dengan bidangnya, tidak akan dipindahkan. Sebaliknya mereka yang tidak mampu akan dipindahkan ke tempat yang lebih tepat. ”Jadi tidak ada faktor like and dislike (suka dan tidak suka),” tandasnya seraya menegaskan hasil uji kompetensi akan diketahui satu minggu mendatang.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, sangat mengapresiasi langkah Pemkot Semarang yang melaksanakan uji kompetensi terhadap para pejabat struktural untuk langkah pemetaan kepegawaian. ”Dari uji kompetensi itu bisa diketahui, misalnya pejabat ini ternyata cocok di (Dinas) Pertamanan, pejabat itu lebih kompeten untuk bidang olahraga, dan sebagainya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.