Promosi Wisata ke Iggris Jadi Prioritas

394

SEMARANG – Rencana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jateng ke Inggris, 26-29 Mei mendatang untuk promosi potensi wisata, dianggap skala prioritas. Terbukti, meski terkena rasionaliasi anggaran hingga 25 persen, rombongan Disbudpar masih bisa terbang ke luar negeri.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Ahsin Maruf menjelaskan, jika Disbudpar masih bisa promosi ke luar negeri, berarti program tersebut dianggap prioritas. ”Yang menilai skala prioritas, ya SKPD-nya sendiri. Kalau sudah ada rasionalisasi 25 persen, tapi tetap berangkat, berarti promosi ini dianggap penting,” ucapnya.

Dijelaskannya, perjalanan dinas ke luar negeri melewati proses izin yang cukup ketat. Harus lewat Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, hingga Sekretariat Negara. Artinya, meski ada dana tapi ada salah satu menteri yang tidak mengizinkan, berarti tidak bisa malakukan perjalanan ke luar negeri.

Jika memang Disbudpar harus ke luar negeri, lanjut Ahsin, setidaknya harus ada target jumlah wisatawan dari Inggirs yang berkunjung ke Jateng. Promosi dengan biaya mahal ini, dianggap hanya buang-buang anggaran jika kunjungannya masih mlempem. ”Kalau promosinya kuat, harus diimbangi dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat. Hanya saja, apakah potensi wisman dari Inggirs itu tinggi?” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekda Jateng, Urip Sihabuddin menambahkan, perjalanan pemorov ke Inggris ini merupakan kepentingan promosi pariwisata. Promosi digadang-gadang bisa efektif jika berkunjung langsung ke target pasar. ”Agen wisata kan perlu dibantu promosi agar kunjungan wisata ke Jateng meningkat,” cetusnya.

Mengenai jumlah anggaran yang ditelan untuk perjalanan dinas ini, Urip tidak bisa membeberkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Disbudpar Jateng, Trenggono juga tidak tahu-menahu mengenai total dana yang digunakan. Dikatakannya, Disbudpar hanya mengumpulkan pelaku wisata dan menyiapkan pentas budaya di Inggris. ”Kalau nilai pastinya, kami kurang tahu. Yang jelas, dibantu oleh Bank Jateng,” ucapnya.

Pihaknya menjelaskan, gelaran bertajuk Indonesia Weekend ini digagas Komunitas Indonesia Banga. Komunitas ini berisi orang-orang Indonesia yang tinggal di Inggris lebih dari 20 tahun. ”Mereka ingin mengangkat budaya, pariwisata, kuliner, kerajinan, dan potensi lain di Inggris. Jateng diundang untuk berpartisipasi, selain Kota Bandung, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian lain yang terkait,” pungkasnya. (amh/zal/ce1)