Polisi Diminta Tak Bolak-Balikkan Kasus

Sempat Blusukan di Tambak Lorok

595
POLISI HUMANIS: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat meninjau pelaksanaan bakti sosial di Kampung Tambak Lorok, Semarang Utara, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POLISI HUMANIS: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat meninjau pelaksanaan bakti sosial di Kampung Tambak Lorok, Semarang Utara, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

POLISI HUMANIS: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat meninjau pelaksanaan bakti sosial di Kampung Tambak Lorok, Semarang Utara, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POLISI HUMANIS: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat meninjau pelaksanaan bakti sosial di Kampung Tambak Lorok, Semarang Utara, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mendorong anggotanya agar lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, polisi juga diharapkan menegakkan hukum dengan tegas, termasuk memberikan sanksi tegas bagi anggota yang melanggar. Hal itu diungkapkan kapolri saat blusukan di Kampung Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Jumat (5/8) pagi.

Tito Karnavian mengatakan, kunjungan kerjanya di Jateng ini sekaligus memberikan motivasi kepada anggotanya. Selain itu, ia juga ingin reformasi Polri berupa pemberian reward dan punishment benar-benar dilaksanakan.

”Saya memancing dengan pemberian ini kepada kapolda dan kapolres supaya betul-betul memberikan reward kepada anggotanya yang baik dan bekerja dengan tulus dan berprestasi. Sebaliknya, anggota yang salah, aneh-aneh, melanggar, yang membuat citra polisi tidak baik, diberikan sanksi tegas dan keras,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pada kesempatan itu, ia juga memberikan arahan banyak kepada jajaran Polda Jateng agar lebih profesional dalam pelaksanaan tugas, khususnya penegakan hukum. ”Jangan mempersulit, membolak-balik kasus, memeras, termasuk melakukan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme),” tegasnya.

Terkait dalam pelayanan kepolisian, Tito meminta agar pelayanan publik dilakukan dengan intens dan lebih baik, serta berbasis teknologi informasi (IT). Termasuk quick response ditanggapi lebih cepat apa yang menjadi keluhan masyarakat. ”Saya ingin polisi lebih humanis, agar masyarakat merasakan kehadiran polisi dengan perilaku yang baik. Bila perlu, tidak usah apel, langsung ke tempat macet, supaya masyarakat dengan kehadiran polisi mencairkan kemacetan-kemacetan itu,” katanya.