Data Penerima KIP di Pemerintah Pusat

1214
MENOLONG WARGA MISKIN: Antrean warga Kebonharjo RT 13 RW 9 saat mengambil Kartu Indonesia Pintar di Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Minggu (14/8) lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENOLONG WARGA MISKIN: Antrean warga Kebonharjo RT 13 RW 9 saat mengambil Kartu Indonesia Pintar di Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Minggu (14/8) lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PENDISTRIBUSIAN Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga kini belum selesai, namun Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang memastikan jika pemilik KIP telah mendapatkan hak berupa bantuan sesuai dengan jenjang pendidikan putra-putrinya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang (Disdik), Bunyamin, mengatakan jika KIP sebenarnya hampir sama dengan beasiswa siswa miskin (BSM) pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Program yang diubah namanya tersebut sudah berjalan sebagaimana mestinya di institusi pendidikan di bawah naungan Disdik.

”KIP sudah dipakai kok, ya walaupun pendistribusiannya belum selesai. Tapi, orang tua siswa yang tidak mampu yang menerima KIP sudah mendapatkan haknya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Ditanya jumlah penerima KIP di Kota Semarang, Bunyamin mengaku sangat banyak. Namun ia tidak mengetahui jumlah pasti penerima KIP, karena database dipegang oleh pemerintah pusat.

”Pendataannya lewat RT/RW dan kelurahan. Kemudian dikirim ke pusat, tapi kalau memang tidak mampu dinas punya hak untuk mengusulkan,” ujarnya.

Pada prinsipnya, lanjut Bunyamin, program tersebut sudah berjalan. Pencairan KIP untuk siswa sekolah sendiri dilakukan oleh sekolah masing-masing, dan setiap jenjang sekolah punya besaran yang berbeda.

”Pencairannya lewat sekolah, siswa SD mendapatkan Rp 225 ribu, SMP Rp 375 ribu dan SMA Rp 500 ribu per semester,” bebernya.