Baru 24 Puskemas Layani Persalinan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL— Pemkab Kendal terus meningkatkan pelayanan kesehatan. Salah satunya memberi pelayanan bersalin di Puskesmas. Sejauh ini dari 30 sudah ada 24 Puskemas siap memberikan pelayanan kepada ibu yang ingin melahirkan.

“Sedangkan enam Puskesmas sisanya sedang dipersiapkan. Tahun ini kami targetkan semua Puskesmas sudah dilengkapi dengan pelayanan bersalin. Sehingga memberikan kemudahan masyarakat untuk menjangkaunya,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan, Sri Mulyani.

Penyiapan layanan bersalin di Puskemas tersebut sesuai surat edaran dari Kementrian Kesehatan, bidan dilarang untuk membuka praktik bersalin sendiri. Tujuannya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Sebab proses persalinan itu menyangkut dua nyawa. Yakni ibu yang melahirkan dan bayi yang akan dilahirkan. Sehingga penangannya harus dilakukan oleh tim. Jika terjadi komplikasi atau melahirkan di luar normal bisa segera diambil tindakan atau dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Dengan dilarangnya bidan desa untuk praktik persalinan, maka tugas bidan desa hanya memantau ibu hamil yang akan melahirkan. Selain itu membantu menangani persalinan di Puskesmas.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinkes Kendal Saechu menambahkan, rumah bersalin juga tidak boleh menangani persalinan. Bagi rumah bersalin yang ada harus ditingkatkan menjadi klinik untuk bisa menangani persalinan.

Persyaratan menjadi klinik ini harus memiliki dokter tetap. “Ketentuan ini untuk mencegah kematian ibu melahirkan, karena risiko kematian bagi ibu melahirkan cukup besar, sehingga penanganannya harus maksimal,” katanya.

Pesyaratan lain mendirikan klinik yakni minimal harus ada dua bidan yang bertugas, satu perawat, dan mobil ambulan. “Tujuannya jika sewaktu-waktu butuh rujukan ke rumah sakit, langsung diantar menggunakan ambulan. Jadi Puskesmas dan klinik hanya melayani persalinan normal. Sedangkan persalinan dengan operasi caesar, harus dirujuk  ke rumah sakit,” tandasnya. (bud/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -