Jangan Anak Tirikan Pasar Penunjang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KALANGAN Komisi B DPRD Kota Semarang meminta Dinas Perdagangan tidak menganaktirikan pasar-pasar penunjang. Seperti Pasar Kalicari, Manyaran, Srondol, Banyumanik, Tanah Mas, Jangli, dan sebagainya.

Ada 44 pasar tradisional di Kota Semarang. Namun selama ini Dinas Perdagangan hanya fokus merevitalisasi pasar-pasar besar saja, seperti Bulu, Rejomulyo, Sampangan, Pedurungan, Peterongan, dan Johar. Sedangkan pasar pasar tradisional di wilayah pinggiran minim perhatian.

Baca Juga :

Komisi B mendorong pembangunan dilakukan secara merata. Bahkan dalam rapat kerja tahun lalu, komisi yang membidangi masalah perekonomian ini mendorong Dinas Perdagangan agar memperhatikan pasar kecil juga. ”Dengan adanya pasar kecil ini, maka tidak terpusat lagi ke pasar besar seperti Bulu, Johar, dan lainnya. Misal warga Tembalang, mau beli bawang sekilo saja masak harus sampai ke Johar atau Bulu. Pasti mereka cari yang terdekat,” kata Wakil Ketua Komisi B Danur Rispriyanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Pihaknya meminta Dinas Perdagangan menginventarisir 44 pasar tradisional yang memang kondisinya perlu revitalisasi. Selain itu juga mengklasifikasikan antara besar, menengah, dan kecil. Sehingga penanganannya bisa lebih optimal.

Legislator dari Fraksi Demokrat ini menyayangkan jika penanganan hanya difokuskan pada pasar besar saja. Apalagi beberapa di antaranya gagal dilakukan revitalisasi. Seperti Pasar Karangayu yang telah dianggarkan Rp 30 miliar, gagal terlaksana. ”Daripada seperti itu (gagal), lebih baik anggarannya dibagi untuk merevitalisasi pasar yang kecil. Contoh kegagalan Pasar Karangayu, anggaran Rp 30 miliar balik ke kasda. Itu jika dialokasikan ke pasar kecil sudah bisa merevitalisasi tiga sampai empat pasar,” ujarnya.

”Karena untuk merevitalisasi pasar kecil itu tidak membutuhkan anggaran besar seperti Bulu yang mencapai Rp 44 miliar. Paling butuh Rp 3 sampai Rp 5 miliar. Seperti Pasar Simongan membutuhkan anggaran sekitar Rp 5-6 miliar,” imbuhnya.

Menurut Danur, selama ini Dinas Perdagangan hanya mengalokasikan anggaran perawatan atau perbaikan yang sifatnya kecil, seperti pembuatan saluran, WC, atau sekadar pengecatan. ”Yang kami inginkan tidak seperti itu. Kalau memang kondisinya sudah tidak layak ya harus direvitalisasi. Dalam rapat kerja kemarin kami sudah sepakat dengan Dinas Perdagangan untuk lebih meratakan pembangunan pasar tradisional,” tandas dewan yang hobi bersepeda ini. (zal/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -