Kenang Perjuangan Pemuda Magelang Tempo Dulu

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MAGELANG- Pengunjung Magelang Tempo Doeloe (MTD) antusias menonton drama Fragmen Perdjoeangan Kemerdekaan Repoeblik Indonesia yang dipentaskan Komunitas ‘Magelang Kembali’ di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (14/5). Drama yang mengambil setting awal masa kemerdekaan di Kota Magelang, diramaikan dengan petasan yang diibaratkan sebagai suara senapan dan bom.

Fragmen sejarah ini mengambil latar waktu bulan September 1945 saat berita proklamasi kemerdekaan sampai di Kota Magelang. Para pemuda merasa sudah merdeka dan ingin merebut markas tentara Jepang. Suasana semakin panas ketika ada pemuda Magelang yang dianiaya serdadu Jepang. Sekelompok pemuda langsung mendatangi markas tentara Jepang dan terjadi baku tembak.

Suasana memanas ketika tentara Sekutu datang ke Kota Magelang dengan tujuan memegang kendali keamanan. Namun, Sekutu ternyata membebaskan tentara Belanda yang ditahan Jepang. Tindakan tersebut memicu kemarahan para pemuda Kota Magelang dan tentara rakyat. Mereka kemudian menyerang markas tentara sekutu. Terjadi baku tembak yang mengakibatkan jatuh banyak korban di pihak laskar Republik Indonesia.

Pelaksana kegiatan dari Komunitas Magelang Kembali, Slamet Hidayat menjelaskan, mereka sengaja memakai petasan dan kembang api agar tercipta suasana perang. “Agar pengunjung bisa merasakan suasana perang sesungguhnya,” beber Slamet.

Salah satu pengunjung, Nadya, siswa kelas V SDN 4 Magelang, mengaku penasaran dengan drama perjuangan. “Saya jadi tahu suasana perang zaman dahulu seperti itu. Ini menjadi pelajaran sejarah buat saya,” aku Nadya.

Sementara pengunjung lainnya, Wiwik, guru TK Islam Magelang mengaku senang dengan pementasan drama sejarah perjuangan. “Ini sarat dengan pendidikan, event ini sangat bermanfaat dan memberi pemahaman tentang sejarah dan suasana Kota Magelang tempo dulu,” ucap Wiwik.

Fragmen Perdjoeangan Kemerdekaan Repoeblik Indonesia merupakan salah satu rangkaian acara Magelang Tempo Doeloe, yang dilaksanakan 12-14 Mei. Rangkaian kegiatan banyak mengusung tema masa lalu. Sebanyak 76 stand yang memamerkan barang-barang tempo dulu seperti sepeda onthel kuno, uang kuno, dolanan anak, dan masih banyak lainnya.

Ketua Panitia Magelang Tempo Doeloe Herry Nurjianto mengatakan, tujuan pameran adalah untuk memberikan pemahaman, pengetahuan, dan sarana pendidikan kepada masyarakat terutama generasi muda akan pentingnya pengenalan sejarah. “Ini juga sebagai upaya melestarikan budaya bangsa terutama sejarah yang pernah ada di Kota Magelang. Sehingga akan terbentuk rasa kebanggaan, rasa memiliki dan melindungi budaya bangsa,” tandas Herry.

Tema pameran kali ini adalah ‘De Passar’, yaitu tentang pasar tradisional. Pasar sudah ada sejak zaman kolonial Belanda di Indonesia. Kota Magelang, menurut Herry, sejak zaman dahulu sudah memiliki pasar seperti Pasar Rejowinangun, Pasar Ngasem, Pasar Kebonpolo, Pasar Ampera. “Dia pasar tradisional, gambaran humanisme sungguh terasa. Kita dapat menemukan rasa toleransi, kerukunan dan saling tolong menolong antarsesama pedagang dan pembeli,” beber Herry. (cr3/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -