Pembiayaan BRI Syariah Tumbuh Signifikan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – BRI Syariah Kantor Cabang Semarang menargetkan pembiayaan tahun ini dapat menembus hingga Rp 500 miliar, meningkat dari penyaluran tahun sebelumnya yang sebesar Rp 385 miliar.

Pemimpin PT Bank BRI Syariah Cabang Semarang, Pipit Sri Rejeki, mengatakan, potensi wilayah kantor cabang yang mencakup Weleri, Ungaran, Purwodari, Demak, Kudus dan Pati dinilai cukup besar. Hal ini seiring dengan berkembangnya industri mikro, kecil dan menengah di kawasan tersebut.

Tahun lalu saja, dari total pembiayaan Rp 385 miliar, terbanyak disalurkan ke usaha produktif. Yaitu sebanyak Rp 144 miliar disalurkan ke sektor mikro, kemudian Rp 72 miliar ke sektor komersil, Rp 65 miliar ke retail dan sisanya ke pembiayaan konsumer.

“Tahun ini komposisi yang kami targetkan juga masih sama. Yaitu terbesar untuk sektor mikro dengan pembiayaan di bawah Rp 500 juta dan retail dengan pembiayaan di atas Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar,”ujarnya disela peresmian kantor cabang BRISyariah yang semula di Jl. Pandanaran kemudian direlokasi di JL. MT. Haryono, baru-baru ini.

Namun begitu, pihaknya juga tetap memperkuat penyaluran pada sektor komersil. Yaitu dengan menyasar segmentasi pengembang pembangunan, pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah, serta industri-industri besar.

“Pastinya untuk memenuhi target tersebut, kami juga harus ambil bagian pada pasar tersebut, karena sejauh ini permintaan di sektor tersebut juga memang cukup besar,”ujarnya.

Sedangkan untuk dana pihak ketiga, tahun ini pihaknya menargetkan tumbuh hingga Rp 400 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 328 miliar. Salah satu strateginya yaitu dengan menggandeng sejumlah universitas Islam di Semarang dan sekitarnya.

“Kita bekerjasama dengan beberapa universitas dan yayasan untuk peningkatan dana pihak ketiga,”ujarnya.

Direktur Utama BRISyariah Moch. Hadi Santoso menambahkan, data tersebut diatas menunjukkan bahwa BRISyariah telah turut berpartisipasi membantu pengembangan dan pembangunan ekonomi masyarakat Semarang.

“Di sisi lain, masyarakat Semarang merupakan masyarakat yang produktif, dibuktikan dari data pembiayaan mikro dan ritel yang lebih tinggi dibandingkan pembiayaan konsumtif,” imbuhnya. (dna/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -