Siap Jadi Penyangga Pariwisata Borobudur

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MAGELANG – Sekitar 150 mobil kuno dari berbagai wilayah di Indonesia, Sabtu (13/5) dan Minggu (14/5) menyerbu Alun-alun Kota Magelang. Kedatangan mobil kuno ini untuk mengikuti reli mobil kuno yang digagas Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Pengurus Daerah Jawa Tengah.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan, reli ini memang sengaja diadakan guna menarik kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. “Kota Magelang siap dijadikan sebagai kota penyangga kawasan wisata Candi Borobudur seperti yang sudah disampaikan Pak Gubernur beberapa waktu lalu. Kota Magelang harapan ke depan bisa menjadi satelit pariwisata,” kata Sigit saat melepas peserta reli, Sabtu (13/5) lalu.

Menurut dia, Kota Magelang sudah memiliki fasilitas yang lumayan, penginapan dan infrastrukturnya bagus. Hampir tak ada jalan yang berlubang. “Nanti kalau ada jalan berlubang laporkan saya, akan segera saya tambal jalan itu,” katanya.

Pembina PPMKI Pusat Bambang Rus Effendi mengatakan, reli mobil kuno ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 1.111 Kota Magelang. “Memang rutin diadakan setiap tahun dan saat ini yang kesebelas kalinya,” beber Bambang.

Menurut Bambang, reli ini diadakan selama dua hari dengan menempuh jarak 150 km. Rute etape pertama alun-alun Kota Magelang melewati Kabupaten Sleman hingga mencapai garis finish di Waduk Sermo Kulon Progo, Jogjakarta. “Rute etape kedua setelah istirahat, peserta akan kembali ke Kota Magelang via Kabupaten Purworejo dan berakhir di Alun-alun Kota Magelang,” jelas Bambang.

Dalam acara tersebut, mobil dari berbagai merk ada, seperti Ford, Chevrolet, Mercedes-Benz, Dogde, Volskwagen, dan sebagainya. Tercatat mobil tertua adalah seri Chevrolet tahun 1955 dan mobil termuda adalah Dogde tahun 1977. Dalam kesempatan tersebut juga diadakan kontes fotografi dengan model-model cantik dengan busana bergaya tempo dulu.

Sementara itu, di Alun-alun digelar pameran Magelang Tempo Doeloe. Tahun ini pameran mengambil tema “De Passar” atau pasar. Pengunjung diajak menikmati suasana pasar tradisional tempo dulu.  (cr3/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -