Belajar dari sang Ayah, Tahun Ini Pesanan Meningkat

Arif Rahman, Perajin Warak Ngendog yang Masih Bertahan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Jelang Ramadan, biasanya digelar arak-arakan warak ngendog sebagai puncak tradisi dugderan. Arif Rahman adalah salah satu perajin warak ngendog yang masih bertahan.

DIAZ AZMINATUL ABIDIN

WARAK ngendog merupakan makhluk rekaan dengan kepala menyerupai kepala naga khas kebudayaan dari etnis Tiongkok, tubuhnya berbentuk layaknya unta khas kebudayaan dari etnis Arab, serta keempat kakinya menyerupai kaki kambing khas kebudayaan dari etnis Jawa. Ini merupakan simbol akulturasi dari berbagai golongan etnis di Semarang, yakni etnis Tiongkok, Arab dan Jawa.

Biasanya jelang Ramadan, permintaan mainan berbentuk warak ngendog meningkat. Salah satu perajinnya, Arif Rahman, warga Purwodinatan RT 2 RW 2, Semarang Tengah. Di rumah dua lantai yang dihuninya sekarang, Arif dibantu dua pekerja sibuk membuat warak ngendog. Pria 41 tahun itu dengan terampil menempel hiasan kertas minyak warna merah, kuning dan putih di tubuh warak ngendog. Sedangkan dua pekerjanya membantu menggunting kertas minyak sebelum diolesi lem pati dan ditempelkan ke tubuh warak ngendog.

Arif mengaku, sejak beberapa pekan terakhir, sudah membuat warak ngendog hampir 200 buah. Warak ngendog itu pesanan dari sejumlah pihak. Ada tiga ukuran yang sedang dikerjakan, yakni ukuran kecil 20x30x30 cm, ukuran sedang 50x70x100 cm dan ukuran besar menyesuaikan pesanan.

”Sudah ada 200 pesanan dari berbagai macam ukuran, kira-kira sudah sebulan terakhir pesanan ini. Untuk harga bervariasi, mulai yang kecil Rp 50 ribu sampai Rp 1 juta. Tergantung pelanggan mintanya apa. Saya pernah mengerjakan seukuran bak mobil pikap,” kata ayah dua anak ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Paling banyak pesanan, kata dia, datang dari instansi pemerintah seperti dinas dan kelurahan. Selain itu, pesanan dari sekolah. Salah satunya dari SDN Gisikdrono.

”Untuk tahun ini pesanan lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu, kira-kira hanya 100-an. Tahun ini sudah 200 lebih. Mungkin karena saya tinggal satu-satunya, jadi mau nggak mau pesannya ke saya,” paparnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -