Gali Potensi Desa dengan Modal Sosial, Bersama Bersihkan Lingkungan

Pemkab Demak Bangun Desa Melalui Tradisi Gerakan Gotong Royong

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Pemkab Demak hingga kini terus berupaya membangun desa melalui berbagai metode efektif. Di antaranya, menggerakkan warga untuk bergotong royong yang berfungsi ganda. Selain merekatkan hubungan antar warga sekaligus bermanfaat untuk membangun dan melestarikan kultur sosial desa yang telah terbangun. Seperti apa?

WAHIB PRIBADI, Demak

GERAKAN bersama rakyat (Gebrak) gotong royong di Desa Balerejo, Kecamatan Dempet ditandai dengan penanaman pohon serta membersihkan seluruh lingkungan desa. Semangat masyarakat untuk bergotong royong ini, sungguh luar biasa. Bahkan, belum lama ini, Desa Balerejo berhasil meraih juara satu evaluasi perkembangan desa tingkat Kabupaten Demak. Karena itu, Desa Balerejo akan mewakili kabupaten untuk seleksi tingkat provinsi.

Bupati Demak HM Natsir menyampaikan bahwa Pemkab Demak berharap desa tersebut dapat mengharumkan nama Demak di tingkat nasional dalam lomba desa. “Kita dorong Desa Balerejo dapat menjadi motor penggerak dan sumber inspirasi bagi warganya untuk kemajuan desa. Desa-desa lain yang tersebar di 14 kecamatan juga dapat ikut menggerakkan warganya untuk gotong royong. Ini sesuatu yang positif untuk membangun desa,” katanya.

Menurutnya, masyarakat harus bahu membahu berpartisipasi aktif membangun Demak menjadi daerah yang lebih maju, makmur dan sejahtera lahir batin. “Sekarang ini, karakter individualisme telah menjadi trend atau gaya hidup masyarakat. Individualisme sebelumnya menjadi salah satu ciri khas perkotaan. Namun, dalam perkembangannya seiring dengan globalisasi, karakter individualis telah merambah ke pedesaan. Warga terjangkiti sifat individualis itu. Karena itu, gotong royong pun terkikis habis. Dan pembangunan melambat, di antaranya akibat semangat dan budaya gotong-royong yang memudar,” katanya.

Dulu, kata bupati, dalam berbagai kegiatan yang sifatnya kemasyarakatan, warga selalu mengedepankan gotong royong. Dalam membuat rumah misalnya, warga rela saling bantu membantu sehingga pembangunan rumah cepat selesai. “Apalagi, kalau hanya soal kebersihan dan kelestarian lingkungan, tentu dapat diselesaikan dengan gotong royong ini,” ujarnya.

Bupati HM Natsir mengungkapkan bahwa dalam gerakan gotong royong ini, semuanya tidak dapat dinikmati secara instan. Sebaliknya, semua itu butuh proses panjang. “Termasuk, gerakan menanam dan membersihkan desa ini. Kita harus terus menerus bergotong royong menjaga kelestarian lingkungan,” imbuh bupati.

Kepala Dinpermades P2KB, M Ridwan mengatakan bahwapartisipasi aktif warga Balerejo di bawah koordinasi kades dan perangkatnya berhasil dinilai bahwa telah mampu menggerakkan warga dalam bergotong royong. “Desa Balerejo ini sebelumnya memperoleh juara satu lomba desa. Kami usulkan ke provinsi untuk mewakili kabupaten. Mudah-mudahan, desa ini nanti dapat mengharumkan Kabupaten Demak pada lomba desa tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

M Ridwan menambahkan, Desa Balerejo dapat menadi suri tauladan bagi desa lainnya, utamanya dalam hal gotong royong. “Dalam Gebrak ini, pohon yang ditanam adalah bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup. Pohon pohon ini, selain untuk menguatkan tepi bangunan saluran irigasi, juga berfungsi sebagai penghijauan,” katanya.

Sekretaris Dinpermades P2KB, Supriyatiningsih menambahkan bahwa Gebrak menjadi ujung tombak bagi desa dalam berkompetisi dengan desa lainnya. “Dengan gotong royong ini, semangat warga untuk membangun makin menggelora,” kata dia.

Senada disampaikan, Kepala Desa Balerejo, Mursyid. Menurutnya, pihak pemerintah desa menyambut baik adanya Gebrak. “Hal itu menjadi awal yang baik untuk kemajauan desa kami. Gotong royong memang harus digalakkan lagi supaya masyarakat dapat bersama-sama membangun desa, termasuk di Desa Balerejo ini,” kata Kades Mursyid.

Kegiatan Gebrak di Desa Balerejo, selain dihadiri Bupati HM Natsir dan Wabup Joko Sutanto, juga dihadiri Asisten 1 Sekda AN Wahyudi dan pejabat teras lainnya. (*/adv/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -