Masih Fungsional, Perlu Petugas, Rambu, dan Penerangan Sementara

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Pengerjaan jalan tol Batang-Semarang masih terganjal pengadaan lahan. Di seksi III dan IV, ada 6 km kebutuhan lahan yang belum dibebaskan. Sementara di seksi V, masih sekitar 6 persen.

Ketua Proyek Jalan Tol Semarang-Batang, Fatkur Rozaq menjelaskan, jalan tol dari Brebes-Ngaliyan belum bisa terhubung karena lahan di Gringsing-Mangkang masih banyak yang belum dibebaskan.

“Sekitar 6 km. Informasinya, tanggal 20 Mei besok mau konsinyasi. Kalau bisa ditembusin, ya ditembusin. Kalau tidak, ya tetap putus, dan harus masuk jalur Pantura,” ucapnya ketika mendampingi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat meninjau jalan tol, Selasa (16/5).

Untuk seksi V, lahan yang belum dibebaskan mayoritas aset milik Pemkot Semarang dan fasilitas umum (fasum). Pembebasan itu terbentur regulasi yang mengharuskan mengganti lahan sebagai kompensasi pembebasan lahan. Di sana, ada dua sekolah, yaitu SD Tambakaji 3 Semarang dan SMPN 16 Semarang.

“Masih belum ditentukan di mana lokasi pengganti aset tersebut. Kalau SD 3 Tambakaji, saat ini masih diungsikan di PGSD Unnes. Kalau fasum, ada makam yang harus dipindahkan,” terangnya.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, Sriyono mengaku terus berupaya melakukan pembebasan lahan. Dia menargetkan, akhir Mei ini sudah tuntas. Nyaris setiap hari, pihaknya melakukan pembayaran bidang yang dibebaskan.

“Yang sudah bebas sudah 94 persen. Hari ini (kemarin, Red) ada pembayaran Rp 36 miliar untuk 26 bidang seluas 1,3 hektare,” katanya.

Dijelaskan, di ruas itu ada 14 bidang tanah wakaf yang hingga saat ini masih belum bisa dibebaskan. Ada beberapa masjid dan musala yang harus izin ke Kementerian Agama sebelum bisa dirubuhkan. “Ini baru proses izin,” cetusnya.

Bangunan masjid dan musala di tengah jalan Semarang-Batang misalnya tampak di Jalan Honggowongso di Kelurahan Ngaliyan, Kelurahan Tambakaji dan Kelurahan Beringin, Kota Semarang.

Kasubsi Pengaturan Tanah Pemerintah Kantor Pertanahan Kota Semarang, Wibowo Suharto menambahkan, kendala lain dalam pengadaan lahan adalah besaran pembebasan lahan di Semarang saat ini bertambah lebih luas. Jika dulu yang dibebaskan sebanyak 2.555 bidang tanah, seiring perkembangannya pembebasan lahan membutuhkan 2.663 bidang tanah.

“Selain itu, kami masih kesulitan mencari pemiliknya karena banyak bidang tanah yang dipecah menjadi beberapa kepemilikan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo mengimbau agar masyarakat bisa segera melepas lahan mereka. Sebab jika sudah mengambil langkah ke pengadilan, dia tidak menjamin besaran uang ganti rugi bisa cair sesuai tuntutan.

“Kemarin di Kendal ada yang belum melepas dan memilih jalur pengadilan, bahkan ada yang sampai MA. Ternyata ganti ruginya malah lebih rendah. Itu risiko proses pengadilan,” bebernya.

Dijelaskan, pihak pengadaan lahan sudah berupaya melakukan pendekatan. Menghitung kompensasi yang paling layak untuk membebaskan lahan.

“Saya juga minta rekaman ketika pembayaran. Apakah mereka (masyarakat) tersenyum, atau tertekan. Tapi saya kira wajar jika ada yang tidak setuju dan memilih menempuh jalur hukum. Putusan pengadilan siapa yang tahu. Risikonya, malah lebih rendah, tidak sesuai keinginan,” imbuhnya.

Dia mengatakan, jalan tol Batang-Gringsing dan Kaliwingu-Krapyak masih berstatus fungsional saat arus mudik Lebaran mendatang. Karena itu, Ganjar meminta jalur tersebut disediakan penerangan jalan dan rambu lalu lintas sementara. Bila perlu, ada petugas yang berjaga di sana.

“Ini demi keamanan pengguna jalan tol. Soalnya, di ruas Kaliwungu-Krapyak berada di tengah kebun jati. Kalau malam pasti gelap,” terangnya.

Dia juga memastikan jika jalan tol fungsional tersebut tidak bisa dilalui kendaraan berat. Cor beton sementara yang hanya setebal 10 cm hanya kuat menahan mobil-mobil kecil saja.

Terkait rencana pemberlakuan mobil pelat ganjil-genap di jalan tol saat Lebaran yang diwacanakan Kementerian Perhubungan, Ganjar belum bisa menanggapi. Dia masih menunggu hingga kajiannya tuntas, hingga dilakukan simulasi.

“Jika efektif, kami pasti mendukung. Tapi masalahnya, kami belum tahu ada berapa pelat ganjil dan genap. Dan ini kan berkaitan dengan masa libur orang,” tegasnya. (amh)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -