Ngantuk, Mobdin Pemkab Semarang Hajar Shelter BRT

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Brigjend Soediarto, tepatnya di depan Swalayan ADA Majapahit. Mobil dinas berpelat merah H 164 C yang diduga milik Pemkab Semarang menabrak shelter Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang hingga terguling. Bahkan saking kerasnya tabrakan, membuat separo atap shelter nyaris runtuh. Beruntung, pengemudi mobil, Ahmad Surya Fuadi, 31, warga Desa Gaji, Guntur, Demak berhasil selamat dari maut. Yang bersangkutan langsung kabur pasca kejadian.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kecelakaan tunggal terjadi Senin (15/5) sekitar pukul 04.50. Bermula ketika mobil Toyota Avanza berpelat merah H 164 C meluncur dari arah barat (Simpang Lima) ke timur (Penggaron). Tiba-tiba mobil yang disopiri Ahmad Surya Fuadi itu oleng ke kanan hingga menabrak shelter BRT. Diduga saat itu pengemudi sedang mengantuk. Tabrakan keras itu menyebabkan bagian atap shelter sebelah kiri nyaris runtuh. Sedangkan mobil dalam posisi terguling tepat di depan shelter.

Kanit Laka Lantas Polrestabes Semarang AKP Sugito mengatakan, pasca kecelakan, pengemudi mobil tidak diketahui keberadaannya. Saat polisi mendatangi TKP, hanya mendapati mobil Avanza warna hitam dalam posisi miring.

”Dari keterangan saksi di lapangan, pengemudinya laki-laki. Begitu menabrak, pengemudi itu turun, lalu pergi diboncengkan sepeda motor oleh seseorang yang datang menjemput,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (15/5).

Sugito mengakui, pelat nomor mobil tersebut asli. Namun pihaknya enggan membeberkan instansi pemerintah pemilik mobil dinas tersebut. Dugaan sementara, mobil dinas itu milik Pemkab Semarang. ”Masih ditangani. Diduga pengemudinya ngantuk. Tidak ada korban jiwa,” katanya.

Plt Kepala UPTD Trans Semarang, Nurul Falaq, mengakui adanya kecelakaan tersebut hingga mengakibatkan sebuah shelter rusak parah. Saat ini, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Pemkab Semarang. Sebab, akibat kecelakaan itu, pihaknya mengalami kerugian mencapai Rp 80 juta sampai Rp 100 juta, karena shelter mengalami rusak parah. ”Saya sudah menghubungi pihak Sekda Kabupaten Semarang, memang mobilnya milik sana. Dipakai pribadi atau bagaimana belum tahu,” ujarnya. (mha/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -