Suket KTP Harus diperpanjang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

WONOSOBO—Kepala Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Admindukcapil) Wonosobo, Muhammad Zuhri, meluruskan informasi terkait diperpanjang atau tidaknya e-KTP. Hal ini dilakukan untuk mencegah salah persepsi antara masyarakat dengan pemberi layanan.

Zuhri menjelaskan, berdasarkan pasal 101 huruf c UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Adminduk, e-KTP yang diterbitkan sebelum 2013, ditetapkan berlaku seumur hidup. Sehingga tidak perlu diaktivasi lagi.

Meski begitu, karena blangko e-KTP masih kekurangan, mengakibatkan warga yang mengajukan e-KTP baru—atau mengubah elemen data dalam KTP atau mengubah status di KTP—akan diberi surat keterangan (suket) sebagai ganti KTP.

Nah, surat keterangan inilah yang harus diperpanjang 6 bulan sekali sampai blangko tersedia di Admindukcapil. Penggantian e-KTP dengan suket, karena belum ada blangko e-KTP di Admindukcapil.

“Jelasnya seperti itu, kalau e-KTP nya tidak perlu diperpanjang. Yang diperpanjang adalah surat keterangan KTP. Karena masa berlaku suket hanya 6 bulan,” ucap Zuhri di kantornya, Senin (15/5) kemarin.

Apakah masa tunggu blangko bisa sampai 6 bulan/melampaui batas masa berlaku suket? Kabid Pendaftaran Penduduk, Bejo Subagyo mengiyakan. “Sangat mungkin terjadi.”

Ia mencontohkan, Admindukcapil Wonosobo sudah kehabisan blangko sejak Agustus 2016. Dan, baru dapat kiriman blangko pada Mei 2017. Itu pun belum mencukupi seluruh pemohon yang mengantre.

Jumlah orang yang mengantre blangko ada 40 ribu. Sementara jumlah blangko yang diterima baru 10 ribu. Jauh dari kata cukup. “Karena itu, Admindukcapil dalam waktu dekat akan mengundang camat berikut petugas pencatat kependudukan kecamatan. Biar semua jelas. Supaya adil dalam pembagian nantinya.” (cr2/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -